Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama KKN-PPM UGM dan Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM menyelenggarakan workshop dan field trip bertajuk “Pengelolaan Sampah Kota: Workshop dan Field Trip 2026” di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Tema kegiatan ini adalah “Memberdayakan Masyarakat melalui Solusi Sampah Berkelanjutan.” Program ini mempertemukan mahasiswa KKN-PPM UGM dengan 22 mahasiswa internasional dari 17 negara untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik baik pengelolaan sampah di tingkat global.
SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan

Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan di banyak wilayah, tidak terkecuali di Dukuh Temonan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM sub-unit Temonan menyelenggarakan salah satu program kerjanya, yaitu “Maggot Smart” atau sosialisasi mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang ekonomi baru bagi warga Dukuh Temonan, pada Sabtu (27/07/2026).
Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menyelenggarakan webinar berjudul “Kesiapsiagaan Dampak El Niño: Memperkuat Ketahanan Kesehatan, Pangan, dan Masyarakat Indonesia (18/7).” Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan, serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data ilmiah untuk meminimalkan risiko sosial, ekonomi, kesehatan, dan ketahanan pangan akibat fenomena El Niño.
Inisiatif signifikan pemberdayaan masyarakat lokal, tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program yang berfokus pada pengembangan agrowisata dan kawasan agropolitan pangan di Desa Argalingga dan Desa Argamukti, yang terletak di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini, yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Potensi Agrowisata dan Kawasan Agropolitan Pangan,” akan beroperasi selama dua tahun mulai tahun 2026.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 2 Tahun 2026 mendapat sambutan hangat dari berbagai pemerintah daerah, keluarga alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), serta mitra lokal di lokasi pengabdian. Penyambutan yang berlangsung di sejumlah provinsi menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, alumni, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN-PPM UGM.
Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan pertemuan koordinasi strategis untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini melibatkan perwakilan pemerintah daerah, Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), dosen pembimbing lapangan, koordinator wilayah, dan perwakilan mahasiswa dari 21 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah (14/6). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan program KKN-PPM dengan kebutuhan daerah dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar kegiatan pengabdian mahasiswa memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul dinilai memiliki kekuatan besar dalam menopang perekonomian masyarakat. Berbagai sentra UMKM yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, fashion, hingga usaha kreatif lainnya tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Sebagian besar usaha tersebut masih dijalankan dalam skala rumah tangga, dikelola oleh pasangan suami istri bersama anggota keluarga, bahkan tidak sedikit yang dikerjakan secara mandiri oleh pemilik usaha.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPKM UGM) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan UMKM Class Series #37. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Kulon Progo tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisperinkopUKM) Kabupaten Kulon Progo dengan mengangkat tema “Tata Kelola dan Strategi Pemasaran UMKM”.
Yogyakarta — Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Regional Centre of Expertise (RCE) Yogyakarta, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, menjalin kerja sama internasional dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dalam program bertajuk Networking for Innovative, Cultural & Sustainability. Kegiatan yang berlangsung pada 18–24 April 2026 ini menjadi wujud nyata upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang budaya, pembangunan berkelanjutan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Ketahanan UMKM dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi menunjukkan bahwa sektor ini mampu mempertahankan keberlangsungan usaha dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan usaha, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola bisnis dan strategi pemasaran produk.