Menutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM 2026, Tim Bentangan Bawean menghadirkan inovasi berupa alat pembakaran sampah sederhana berbasis rocket stove atau kompor roket di dua titik, di Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan sekaligus terakhir yang dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah di wilayah Desa Tanjungori dan Desa Telukjatidawang.
KKN
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Unit Sape menginisiasi aksi pelestarian lingkungan melalui program “Eco Mangrove Action” di Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2026 ini diwujudkan melalui penanaman 100 bibit mangrove bersama Pemerintah Desa Buncu, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, dan anggota Pramuka SMA Negeri 3 Sape.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2026 melalui Tim Sinari Tegalsari menghadirkan inovasi pengelolaan sampah bagi masyarakat Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan insinerator terkontrol yang diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan pengelolaan sampah di desa.

Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga diolah mahasiswa KKN-PPM UGM menjadi produk bernilai guna berupa sabun cair dan lilin aromaterapi.
Program tersebut diperkenalkan kepada warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan home visit bagi lansia serta penyandang disabilitas di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bakam Bercerita 2026 merealisasikan program kerja Sistem Inovatif Budidaya Udang Galah Berbasis RAS (Recirculating Aquaculture System) di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Program ini menghadirkan instalasi budidaya dengan sistem resirkulasi air sebagai upaya mengenalkan teknologi budidaya modern kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan produktivitas budidaya udang galah.
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui program KKN PPM Temu Balaesang 2026 turut mendorong pengembangan potensi pariwisata di Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Kecamatan Kemalang melaksanakan empat program unggulan di Desa Bumiharjo pada 20 Juni – 8 Agustus 2026. Program-program tersebut meliputi pembuatan humus bambu, penanaman Rumput Gama Umami, pembuatan website desa, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi.

Tim Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit YO 034 Turi Periode 2 Tahun 2026 melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Donokerto dan Kalurahan Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan Masyarakat,” kegiatan KKN diarahkan untuk mengembangkan potensi wilayah sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Gili Gede Indah, Lombok Barat – merupakan salah satu wilayah kepulauan yang berada di Kecamatan Sekotong yang terdiri dari lima dusun dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar berkaitan erat dengan sektor perikanan dan kelautan. Desa Gili Gede memiliki garis pantai sekitar 11 km, serta menyimpan potensi alam dan kehidupan masyarakat yang khas. Namun, dari dibalik potensi tersebut, Desa Gili Gede juga terdapat tantangan tersendiri, salah satunya dalam memperoleh akses kesehatan. Jarak dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan langsung di tengah masyarakat.
