Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM mendorong sinergi antar kelembagaan sekaligus mengembangkan inovasi produk berbasis potensi lokal demi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Muting melalui program “Kembara: Kelembagaan Masyarakat Berdaya” di Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Adapun program yang hadir untuk mendorong kelembagaan masyarakat kampung agar semakin aktif dan inovatif tersebut melibatkan berbagai unsur kelembagaan masyarakat, yakni kelompok Muslimat, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kampung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Jemaat Gereja Katolik, serta Pondok Pesantren. Melalui keterlibatan berbagai kelompok masyarakat in dapat terjalin sinergi antar kelembagaan dalam mengembangkan inovasi produk berbasis potensi lokal sekaligus membangun ekosistem pemberdayaan yang inklusif.
SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Di balik rumah-rumah sederhana di Desa Sadi, Kabupaten Belu, tersimpan benda yang tak biasa: fosil fauna. Fosil-fosil ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan warga, meski belum sepenuhnya disadari nilai pentingnya. Melihat potensi tersebut, tim KKN PPM UGM Halo Belu yang ditempatkan di Desa Sadi berinisiatif melakukan konservasi fosil sebagai salah satu program kerja.

Warga Dusun Potorono, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, menggelar Kenduri Suronan dan Merti Budaya 2026 pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Sumur Kawak ini menjadi agenda masyarakat dalam menyambut bulan Suro sekaligus sebagai wujud pelestarian budaya, penguatan nilai gotong royong, dan sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis edukasi. Melalui program KKN, mahasiswa berupaya mengidentifikasi dan mengemas berbagai potensi yang telah dimiliki desa agar dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter lokal.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Kecamatan Kemalang melaksanakan empat program unggulan di Desa Bumiharjo pada 20 Juni – 8 Agustus 2026. Program-program tersebut meliputi pembuatan humus bambu, penanaman Rumput Gama Umami, pembuatan website desa, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi.

Kehadiran mahasiswa KKN mengabdi di daerahbukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, namun mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka dapatkan dari kampus. Bahkan kehadiran mahasiswa menjadi momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat dengan mengangkat potensi lokal hingga ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.

Pengukuran tinggi badan balita di Posyandu sering kali masih mengandalkan alat ukur manual yang membutuhkan ketelitian tinggi dari para kader. Kendala teknis ini terkadang menimbulkan kesalahan pengukuran sehingga dapat menghambat deteksi dini stunting di daerah pedesaan. Menanggapi tantangan tersebut, tim KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo 2026 yang ada di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah menawarkan solusi melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mempermudah pemantauan tumbuh kembang anak. Alat telah diserahkan secara formal kepada Kepala Desa Dawung, Senin (10/8) lalu.

Sebanyak 38 siswa SD Negeri Tegalsari mengikuti kegiatan pengenalan gamelan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda. Para siswa yang terdiri dari kelas IV, V, dan VI diajak untuk mengenal sekaligus mencoba memainkan gamelan secara langsung. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Tegalsari, tempat perangkat gamelan berada. Dari kegiatan tersebut, pengenalan gamelan kemudian berlanjut menjadi ekstrakurikuler karawitan di sekolah.



