Langkah signifikan untuk meningkatkan kolaborasi internasional, 30 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Belu, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari kemitraan lintas batas dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Dili Institute of Technology (DIT) di Timor Leste. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kemitraan internasional sekaligus memperluas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di wilayah perbatasan.
SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Sebanyak 8.178 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini sedang mengikuti Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dikenal sebagai KKN. Mereka tersebar di 298 lokasi di 32 provinsi di seluruh Indonesia, dalam program yang dirancang untuk menunjukkan, secara nyata, bagaimana perguruan tinggi berperan langsung dalam pembangunan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menyiapkan mekanisme evaluasi khusus bagi mahasiswa KKN‑PPM UGM di Kantor Bupati untuk menilai hasil program kerja dan peluang adopsinya menjadi program resmi daerah.
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang melaksanakan KKN PPM di Kabupaten Kulonprogo mendukung program tertib administrasi kependudukan. Berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, mereka memfasilitasi perekaman dan pembuatan KTP elektronik (E-KTP) bagi penyandang disabilitas.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menghadirkan transformasi fisik melalui pembangunan gedung pemerintahan dan infrastruktur modern, tetapi juga membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, diperlukan penguatan kapasitas dan kemandirian sehingga mampu berperan sebagai pelaku utama dalam pembangunan yang sedang berlangsung.

KKN PPM UGM Cakrawala Panjatan 2026 secara resmi melakukan penerjunan pada Senin, 22 Juni 2026, di Pendopo Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Acara penerjunan disambut langsung oleh Panewu Panjatan, Bapak Agung Wibowo, S.Sos beserta jajaran Kapanewon. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Gotakan, Bapak Raden Redy Hartanto, B.Sc, S.E. beserta carik dan jajarannya serta Lurah Cerme, Bapak Suroto beserta carik dan jajarannya sebagai mitra sasaran KKN.
Potensi pertanian, kekayaan budaya, hingga geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi modal yang dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sora Madiun untuk mendorong lahirnya desa wisata berbasis pertanian terpadu. Berbagai inisiatif tersebut dipaparkan mahasiswa dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN yang berlangsung di Balai Desa Tulungrejo, Kabupaten Madiun, Kamis (9/7). Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh masukan untuk memperkuat pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM unit “Cahea Busel” mengabdi di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Kedua desa ini berada di ujung selatan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka datang bukan hanya sekadar singgah, tetapi untuk belajar, dan tumbuh bersama warga selama 50 hari penuh.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wujud pengabdian mahasiswa di wilayah-wilayah terpencil. Dalam KKN, berbagai program dilakukan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa UGM dalam program KKN-PPM Periode II tahun 2026 yang ditempatkan di Kabupaten Raja Ampat.



