Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pertanian berkelanjutan di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Purworejo, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini mendukung swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa (26/1). Program ini juga merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong tujuan keberlanjutan SDGs, khususnya SDG 12 yang berfokus pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo (8/1). Workshop ini berfokus pada pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik. Inisiatif ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari workshop ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui transformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Semangat kewirausahaan tidak selalu lahir dari ruang kelas bisnis. Bagi Herdiana Dewi Utari, S.Si., alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Geografi Program Studi Kependudukan dan Tenaga Kerja angkatan 1991, perjalanan menjadi pelaku UMKM justru tumbuh dari pengalaman hidup, kepedulian sebagai orang tua, dan keberanian membaca peluang pasar.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Remu Ransiki meneguhkan komitmennya dalam membangun Tanah Papua melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kembali dilaksanakan di Kabupaten Manokwari pada tahun 2025. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan dalam satu gerak pengabdian yang berkelanjutan.

Desa Kledung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan bentang pegunungan yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang tinggi. Salah satu potensi yang ada adalah tanaman kopi. Kondisi geografis yang mendukung dengan dataran tinggi dan curah hujan yang cukup menunjukkan Desa Kledung memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan komoditas tanaman kopi. Hal tersebut membuka ruang bagi Tim KKN-PPM UGM Swarna Bandar untuk mendorong tanaman kopi sebagai komoditas unggulan lokal di Desa Kledung.
Kisah kewirausahaan sering kali lahir dari persimpangan antara krisis dan keberanian mengambil keputusan. Hal inilah yang dialami Anselmus Wau (yang akrab disapa Hans) seorang alumni Jurusan Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada, yang kini dikenal sebagai pendiri dan owner MAMOKA Group, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pangan yang terus berkembang di Yogyakarta.
Yogyakarta, 13 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional (BMN) 2025, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan UMKM Class Series #34: “Berdaya Saing melalui Penerapan SNI”. Kegiatan edukasi dan pemberdayaan ini digelar di Ruang Sidang 1 DPKM UGM dan melibatkan puluhan pelaku UMKM binaan dari berbagai sektor, baik pangan maupun nonpangan.

Kebersihan bukan hanya soal keindahan, melainkan juga kesehatan dan masa depan. Di tengah keasrian alam Desa Sukaluyu yang dikelilingi hamparan kebun teh dan pemandangan hijau, tersimpan persoalan serius yang tak bisa lagi diabaikan: tumpukan sampah yang dibuang sembarangan, mulai dari tepi jalan, saluran air, hingga sela-sela kebun teh. Tentu hal ini disebabkan oleh belum adanya pengelolaan sampah yang memadai, baik pengelolaan sampah bersama maupun mandiri. Tanpa kesadaran bersama, kebiasaan membuang sampah sembarangan ini mengancam kualitas lingkungan, kesehatan warga, serta kelestarian potensi alam desa yang seharusnya menjadi kebanggaan.
Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang cukup serius di Padukuhan Somorai. Kurangnya kesadaran memilah sampah dan keterbatasan sistem pengelolaan yang terstruktur membuat sebagian besar sampah rumah tangga berakhir begitu saja tanpa dipilah atau dimanfaatkan kembali.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Sekocihampelas melaksanakan program kerja bertajuk Pemanfaatan Kembali Limbah Cangkang Telur sebagai Hiasan Kaligrafi yang diselenggarakan di Bening Saguling Foundation, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini melibatkan pemuda Karang Taruna setempat sebagai peserta utama dan menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga secara kreatif. Program ini dibuka dengan pemaparan materi mengenai potensi cangkang telur sebagai media daur ulang, dilanjutkan dengan sesi praktik membuat karya kaligrafi dari bahan bekas tersebut.
