Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi memperluas pemetaan potensi Kawasan Transmigrasi Pulau Morotai hingga Pulau Rao, Maluku Utara. Penjajakan yang dilakukan pada 9 September 2026 tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi biomassa dari sektor perkebunan, pertanian, perikanan, dan rumah tangga sebagai bagian dari upaya memahami sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung penguatan kawasan.
SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat dan solusi yang mudah diterapkan. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim KKN-PPM UGM Unit Kalasan Periode 2 Tahun 2026 berkolaborasi dengan Omah Maggot Jogja menggelar sosialisasi dan demonstrasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) bertajuk “Siklus Hijau Berkelanjutan” di kediaman Ketua RT 05 Keniten, Tamanmartani, Kalasan, pada Minggu, 12 Juli 2026.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Licin menghadirkan solusi sederhana untuk mendukung pengelolaan lingkungan di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, melalui program WASH-MAP (Water, Sanitation, and Hygiene Mapping). Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 dan 30 Juli 2026 tersebut mencakup pemasangan trash barrier atau pembatas sampah portabel serta pemantauan kualitas air sebagai upaya menjaga kebersihan aliran sungai dan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.
Ketersediaan air menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk, terutama saat musim kemarau. Karakter wilayah pesisir dengan risiko intrusi air asin dan keterbatasan sumber air turut memengaruhi kebutuhan penyiraman tanaman di perkebunan masyarakat.
Sampah rumah tangga yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi bagian dari kegiatan produktif. Gagasan tersebut diperkenalkan melalui program “Zero Waste Maggot” dan “BUDIKDAMBER” yang digagas oleh KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Petasia bersama Dinas Perikanan Kabupaten Morowali Utara di Desa Ganda-Ganda.
Melinjo selama ini lekat dengan produk olahan emping di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Desa Sangiang mengenalkan alternatif olahan melinjo melalui program Selinjo (Selai Melinjo) di Posyandu Flamboyan (25/7).
Tanaman anggrek tidak hanya memiliki nilai keindahan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat. Potensi tersebut menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat niversitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 2 Tahun 2026 Unit Kasihan, Subunit Padukuhan Kalangan, melalui pelatihan budidaya, bisnis, dan pemasaran anggrek bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Padukuhan Kalangan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (14/7).
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendampingi masyarakat Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dalam mengembangkan produk olahan perikanan melalui Dimsum Ikan Khas Rasau. Pendampingan menyasar ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan mengintegrasikan pengolahan pangan, penguatan kemasan, pencatatan usaha, pemetaan bahan baku, pemanfaatan limbah ikan, dan pemasaran digital.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dalam mengembangkan potensi cabai dan nanas menjadi produk olahan bernilai tambah. Pendampingan difokuskan pada pengembangan Sambal Nanas Khas Rasau melalui penguatan produksi, identitas produk, pemasaran digital, dan pencatatan keuangan usaha.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026 mendampingi peternak di Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan melalui pemeriksaan kesehatan ternak dan pemanfaatan klobot jagung sebagai pakan alternatif. Pendampingan ini dilakukan untuk memperkenalkan langkah preventif dalam pemeliharaan ternak sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.