Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat—Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk periode kedua tahun 2026 di Lapangan Pancasila, UGM (19/6). Acara ini menandai dimulainya program selama 50 hari yang akan berlangsung dari 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, di berbagai wilayah di Indonesia.
SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim
Di balik hamparan hijau dan sejuknya kawasan Turi, Sleman, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang perlahan mengganggu wajah lingkungan dan kawasan wisata desa. Botol plastik yang berserakan di sekitar area publik tidak hanya mencemari pemandangan, tetapi juga menunjukkan masih perlunya penguatan budaya pengelolaan sampah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan. Jika dibiarkan, tumpukan sampah plastik dapat mengurangi kenyamanan pengunjung, merusak ekosistem sekitar embung, hingga mengancam keberlanjutan potensi wisata lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat. Berangkat dari keresahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) bersama pemuda desa Turi berupaya menghadirkan inovasi sederhana namun bermakna sebagai langkah awal membangun budaya wisata yang lebih bersih dan peduli lingkungan.
Mahasiswa KKN-PPM Unit Turi Berdikari bersama komunitas pemuda Desa Turi, Kelurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat bertema pengolahan sampah melalui pembuatan ‘Dropbox” berbentuk ikan di kawasan Embung Widuri. Kegiatan yang dilaksanakan sejak (04/05) selama satu minggu ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus mendukung pengembangan wisata yang lebih bersih dan edukatif. Proses pembuatan dropbox dilakukan bersama pemuda desa secara gotong royong pada sore hingga malam hari di sekitar Embung Widuri.
Ketua Pemuda Desa Turi, Mas Keny, menyampaikan bahwa keberadaan dropbox berbentuk ikan ini diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana bagi pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan wisata. Menurutnya, konsep bentuk ikan dipilih agar lebih menarik perhatian masyarakat sekaligus menyatu dengan suasana kawasan embung. “Harapannya pengunjung jadi lebih sadar untuk membuang botol plastik pada tempatnya, sehingga kawasan Embung Widuri bisa tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo (8/1). Workshop ini berfokus pada pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik. Inisiatif ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari workshop ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui transformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Teodora Septina Sambarana, mahasiswi Program Studi Arkeologi UGM yang sedang melaksanakan KKN-PPM UGM di Desa Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengusulkan penerapan studi garbology guna mengungkap pola perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Pendekatan ini memandang limbah sebagai artefak kontemporer yang mencerminkan kebiasaan konsumsi secara akurat.

Kondisi topografi Desa Johogunung yang didominasi lereng curam menuntut langkah yang tepat dalam mitigasi bencana. Menjawab kebutuhan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) menyerahkan dokumen penting berupa Peta Kerawanan Longsor dan Jalur Evakuasi kepada pemerintah desa, Jumat (30/1).

Mahasiwa KKN PPM UGM unit Gumilang Gunem melakukan sosialisasi pengenalan teknologi sederhana pembakar sampah minim polusi asap di Desa Panohan Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan sosialisasi dan demo penggunaan alat insinerator sederhana ini sebagai solusi dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah skala desa dengan menggunakan alat dan bahan yang cukup sederhana dengan bata ringan, semen, pasir dan besi.

Upacara diadakan di Balairung UGM untuk menerjunkan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) UGM Peduli Bencana (PB) di Sumatra (30/1). Sebanyak tiga puluh mahasiswa, yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menghadiri acara tersebut. Mahasiswa ini berasal dari 10 fakultas dan sekolah vokasi, dengan penempatan di dua lokasi di Provinsi Aceh: Desa Geudumbak di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dan Desa Manyang Cut di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Program KKN-PPM Peduli Bencana ini akan berlangsung selama tiga puluh hari, dari 31 Januari hingga 1 Maret 2026.

Pacitan Upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Danramil 0801/05 Nawangan Kapten Inf Agus Nuriadi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan aksi penanaman 100 pohon di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Selasa (27/1/2026).

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggerakkan Disaster Responses Unit (DERU) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) unit JT-159 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (16/1). Inisiatif ini merupakan bagian dari program UGM Peduli Bencana Banjir Jawa Tengah 2026, yang mencerminkan komitmen universitas terhadap tanggung jawab sosial dan dukungan kepada masyarakat di saat bencana.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menyelenggarakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, resmi meluncurkan inisiatif bertajuk “Pendampingan Masyarakat dan Pengembangan Ekowisata Kalitalang” di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten (18/11). Acara pembukaan dihadiri oleh pejabat pemerintah setempat, perwakilan pemerintah Kabupaten Klaten, UGM, Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), serta perwakilan dari Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Program ini menandai upaya kolaboratif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mengembangkan ekowisata berbasis konservasi di lereng Merapi.