Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, mahasiswa KKN-PPM UGM, tim Nirwana Nusa Penida melaksanakan kegiatan penanaman pohon di beberapa lokasi strategis di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, di tiga lokasi, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kebun Dharma milik Wahyu Yoga, dan Kebun Komunal milik Ketut Nusa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program di bidang kehutanan yang berfokus pada peningkatan tutupan vegetasi sekaligus mendorong penerapan pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kebun Komunal milik Ketut Nusa dikembangkan sebagai lahan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman pertanian, penanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS), serta pengolahan limbah organik melalui kegiatan komposting sebagai sumber pupuk alami. Sementara itu, Kebun Dharma milik Wahyu Yoga difungsikan sebagai demonstrasi plot (demplot) yang memadukan budidaya tanaman pertanian, penanaman MPTS, peternakan ayam dan bebek, serta pengelolaan pupuk organik secara mandiri.
Bibit pohon yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Bali, yang terdiri atas bibit nangka (Artocarpus heterophyllus) dan bibit beringin (Ficus benjamina). Pemilihan kedua jenis pohon tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya. Pohon nangka diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang melalui hasil buahnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan pohon beringin dipilih karena memiliki tajuk yang rimbun sehingga dapat berfungsi sebagai peneduh, penyerapan karbon, sekaligus membantu meningkatkan kualitas lingkungan lingkungan di sekitarnya,
SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim
Sebanyak 25 mahasiswa asing yang berasal dari 17 negara, diantaranya China, Ethiopia, Filipina, Gambia, Indonesia, Kamboja, Kazakhstan, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Rwanda, Sudan, Tanzania, Vietnam, dan Yaman mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis masyarakat di Indonesia. Program ini merupakan tindak lanjut dari proses seleksi yang sangat kompetitif setelah menerima 408 pendaftar dari 42 negara.
Tepat di tanggal 20 Juni 2026 menjadi awal dari sebuah perjalanan yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi kami. Siang itu, tim kami, KKN-PPM UGM Kemalang menaiki bus yang telah terparkir di kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada, Sleman. Di dalam bus, koper dan berbagai perlengkapan KKN memenuhi bagasi, sementara obrolan ringan, tawa, dan rasa penasaran mengiringi setiap kilometer perjalanan. Setelah berpamitan dengan kenyamanan rumah, kami meninggalkan hiruk pikuk kampus menuju sebuah desa di lereng Gunung Merapi yang akan menjadi rumah sekaligus ruang belajar selama hampir dua bulan ke depan.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Belitung ditandai dengan aksi nyata: penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.” Acara ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, masyarakat, mahasiswa, dan dunia usaha.

Sebanyak 8.178 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini sedang mengikuti Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dikenal sebagai KKN. Mereka tersebar di 298 lokasi di 32 provinsi di seluruh Indonesia, dalam program yang dirancang untuk menunjukkan, secara nyata, bagaimana perguruan tinggi berperan langsung dalam pembangunan masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afrianto mengapresiasi kegiatan penanaman bibit pohon bertajuk “Pulau Besar Menanam” yang digelar atas kolaborasi Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Bangka Belitung (Babel), mahasiswa KKN-PPM UGM dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Merayu Kelapa 2026 menggelar berbagai program pengabdian masyarakat di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Provinsi DKI Jakarta. Program tersebut difokuskan untuk memperkuat pengembangan desa wisata berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah kelurahan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat setempat.
Mahasiswa KKN-PPM UGM dan mahaiswa Kulian Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan serta Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program kerja kolaboratif kedua perguruan tinggi di bidang pengelolaan lingkungan. Program kolaboratif tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UGM Purwanta, S.Kp., M.Kes. dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTM Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan terhadap program SEJUK ASRI usulan Kapolda Sumatra Barat. Inisiatif tersebut bertujuan menjaga lingkungan melalui reklamasi serta penghijauan, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan /SGs ke 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, 15: Ekosistem Daratan, dan 13: Penanganan Perubahan Iklim.





