Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Bentangan Bawean bersama masyarakat Desa Tanjungori melaksanakan Program bersih pantai sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir di Pantai Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini dilaksanakan dalam tiga kali kegiatan yang berlangsung pada 12, 19, dan 26 Juli dengan melibatkan 15 mahasiswa KKN-PPM UGM dan sekitar 30 warga sekitar.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, mahasiswa KKN-PPM UGM, tim Nirwana Nusa Penida melaksanakan kegiatan penanaman pohon di beberapa lokasi strategis di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, di tiga lokasi, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kebun Dharma milik Wahyu Yoga, dan Kebun Komunal milik Ketut Nusa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program di bidang kehutanan yang berfokus pada peningkatan tutupan vegetasi sekaligus mendorong penerapan pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kebun Komunal milik Ketut Nusa dikembangkan sebagai lahan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman pertanian, penanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS), serta pengolahan limbah organik melalui kegiatan komposting sebagai sumber pupuk alami. Sementara itu, Kebun Dharma milik Wahyu Yoga difungsikan sebagai demonstrasi plot (demplot) yang memadukan budidaya tanaman pertanian, penanaman MPTS, peternakan ayam dan bebek, serta pengelolaan pupuk organik secara mandiri.
Bibit pohon yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Bali, yang terdiri atas bibit nangka (Artocarpus heterophyllus) dan bibit beringin (Ficus benjamina). Pemilihan kedua jenis pohon tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya. Pohon nangka diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang melalui hasil buahnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan pohon beringin dipilih karena memiliki tajuk yang rimbun sehingga dapat berfungsi sebagai peneduh, penyerapan karbon, sekaligus membantu meningkatkan kualitas lingkungan lingkungan di sekitarnya,
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama KKN-PPM UGM dan Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM menyelenggarakan workshop dan field trip bertajuk “Pengelolaan Sampah Kota: Workshop dan Field Trip 2026” di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Tema kegiatan ini adalah “Memberdayakan Masyarakat melalui Solusi Sampah Berkelanjutan.” Program ini mempertemukan mahasiswa KKN-PPM UGM dengan 22 mahasiswa internasional dari 17 negara untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik baik pengelolaan sampah di tingkat global.
Sebanyak 25 mahasiswa asing yang berasal dari 17 negara, diantaranya China, Ethiopia, Filipina, Gambia, Indonesia, Kamboja, Kazakhstan, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Rwanda, Sudan, Tanzania, Vietnam, dan Yaman mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis masyarakat di Indonesia. Program ini merupakan tindak lanjut dari proses seleksi yang sangat kompetitif setelah menerima 408 pendaftar dari 42 negara.

Momentum penting dalam upaya sinergi pembangunan daerah tercipta di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin, 27 Juli 2026. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan langsung ke tengah masyarakat dan menggelar dialog interaktif yang dipusatkan di Masjid Raudhatul Maujud. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mendengar langsung denyut nadi permasalahan warga sekaligus menyerap aspirasi dari mahasiswa yang tengah melakukan pengabdian.
Tepat di tanggal 20 Juni 2026 menjadi awal dari sebuah perjalanan yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi kami. Siang itu, tim kami, KKN-PPM UGM Kemalang menaiki bus yang telah terparkir di kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada, Sleman. Di dalam bus, koper dan berbagai perlengkapan KKN memenuhi bagasi, sementara obrolan ringan, tawa, dan rasa penasaran mengiringi setiap kilometer perjalanan. Setelah berpamitan dengan kenyamanan rumah, kami meninggalkan hiruk pikuk kampus menuju sebuah desa di lereng Gunung Merapi yang akan menjadi rumah sekaligus ruang belajar selama hampir dua bulan ke depan.

Permasalahan sampah organik masih menjadi tantangan di banyak wilayah, tidak terkecuali di Dukuh Temonan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM sub-unit Temonan menyelenggarakan salah satu program kerjanya, yaitu “Maggot Smart” atau sosialisasi mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan sampah organik sekaligus peluang ekonomi baru bagi warga Dukuh Temonan, pada Sabtu (27/07/2026).
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Belitung ditandai dengan aksi nyata: penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Batu Bedil, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.” Acara ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, masyarakat, mahasiswa, dan dunia usaha.

Kawasan Wisata Danau Waren di Ohoi Ngadi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku, resmi direaktivasi melalui Festival Danau Waren 2026 bertajuk “Katong Pung Danau Waren” yang digelar pada Minggu (26/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal membangkitkan kembali potensi ekowisata berbasis masyarakat dengan mengintegrasikan pelestarian lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan ekonomi.




