
Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan teknologi agrivoltaic sebagai terobosan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan energi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa lebih dari 89 persen lahan pertanian di Indonesia belum memenuhi standar produktivitas berkelanjutan. Penyebabnya beragam, mulai dari penggunaan bahan kimia berlebihan, pengolahan tanah yang tidak ramah lingkungan, hingga konflik sosial. Kondisi ini diperparah oleh dampak perubahan iklim, terutama ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.







