Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada (UGM) merespons permintaan komunitas UMKM yang tergabung dalam Koperasi Multipihak di Kabupaten Klaten untuk mendapatkan pendampingan dalam upaya meningkatkan kualitas usaha serta memperluas jangkauan pasar. Respons tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026.
SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur

KULON PROGO – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal kembali menjadi fokus perhatian dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Pada Kamis, 16 April 2026, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada melakukan langkah strategis dengan mengunjungi Sentra Bambu Kencana yang terletak di Padukuhan Jangkang Kidul, Kalurahan Sintoro, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan audiensi antara Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPkM UGM) dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kulon Progo (DISPERINKOPUKM Kulon Progo) berlangsung pada tanggal 16 Maret 2026. Kegiatan ini disambut oleh Iffah Mufidati, S.H., M.M. selaku Kepala Dinas dan didampingi jajarannya. Tim DPkM UGM terdiri dari Widodo, S.T.P., M.Sc., Suparna, S.Sos., serta Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D.
Pihak Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada menyampaikan arahan dari Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., terkait penguatan model pembinaan UMKM yang lebih dekat dengan pelaku usaha di lapangan. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul pada 11 Maret 2026 oleh Kepala Subdirektorat Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si., beserta tim sub Direktorat Pemberdayaan Kepada Masyarakat.

Kalurahan Ponjong terus berinovasi dalam pengembangan desa wisata. Melalui Desa Wisata (Deswita) Ponjong, bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), diperkenalkan sebuah paket wisata baru berupa tour sepeda bertajuk “MAMPIRRA”.
Semangat kewirausahaan tidak selalu lahir dari ruang kelas bisnis. Bagi Herdiana Dewi Utari, S.Si., alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Geografi Program Studi Kependudukan dan Tenaga Kerja angkatan 1991, perjalanan menjadi pelaku UMKM justru tumbuh dari pengalaman hidup, kepedulian sebagai orang tua, dan keberanian membaca peluang pasar.

Dibalik hamparan lahan pertanian dan kebun teh di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, tersimpan potensi lokal tanaman bambu yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman yang tumbuh liar sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM Sapuran Berperan 2025, mahasiswa hadir untuk mengubah pandangan tersebut melalui berbagai program kerja inovatif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Optimalisasi Potensi Lokal dan SDM Produktif melalui Pengembangan Socio Enterprise Berbasis Bambu dan Pertanian Terintegrasi untuk Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan”.

Teodora Septina Sambarana, mahasiswi Program Studi Arkeologi UGM yang sedang melaksanakan KKN-PPM UGM di Desa Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengusulkan penerapan studi garbology guna mengungkap pola perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Pendekatan ini memandang limbah sebagai artefak kontemporer yang mencerminkan kebiasaan konsumsi secara akurat.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Semilir Sambirejo melaksanakan serangkaian kegiatan penguatan promosi digital dan visual bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat identitas visual usaha lokal agar lebih mudah dikenali oleh konsumen luas.
Kisah kewirausahaan sering kali lahir dari persimpangan antara krisis dan keberanian mengambil keputusan. Hal inilah yang dialami Anselmus Wau (yang akrab disapa Hans) seorang alumni Jurusan Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada, yang kini dikenal sebagai pendiri dan owner MAMOKA Group, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pangan yang terus berkembang di Yogyakarta.