Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Banawa Tengah, Donggala, melaksanakan program DOMO MASAVO atau “Air Tidak Lagi Meluap” melalui penanaman bambu sebagai upaya mitigasi banjir berbasis ekologi di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di sepanjang aliran sungai lama yang telah mengalami proses normalisasi dengan melibatkan masyarakat terdampak banjir dan berbagai pemangku kepentingan setempat (26/7).
SDGs 14: Ekosistem Lautan
Unit KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Banawa Tengah, Donggala, bersama berbagai mitra melaksanakan program SATRIA LAUT 2026 di Pantai Kaluku, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir melalui restorasi terumbu karang sekaligus penguatan kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sape bersama Pemerintah Desa Lamere dan masyarakat melaksanakan aksi bersih pantai di Desa Lamere, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (7/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Unit Sape menginisiasi aksi pelestarian lingkungan melalui program “Eco Mangrove Action” di Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2026 ini diwujudkan melalui penanaman 100 bibit mangrove bersama Pemerintah Desa Buncu, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, dan anggota Pramuka SMA Negeri 3 Sape.
Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terluar dan terpencil di samudra Hindia yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau ini yang memiliki luas 400,6 Km persegi yang dihuni 4000 jiwa ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah sama sekali. Letak Pulau Enggano yang berada di 150 mil laut dari daratan bengkulu ini menjadi tantangan tersendiri dalam menangani persoalan sampah di wilayah 3T tersebut. “Karena itu, ketika kami berkolaborasi dengan teman-teman KKN, kami tidak ingin hanya datang memberikan penyuluhan. Kami ingin mahasiswa menawarkan solusi,” ujarnya salah satu pengurus Kagamahut, Anggun Fitria, Senin (10/8) .

Sebagai salah satu tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada yang menaruh perhatian pada permasalahan sampah, tim Nirwana Nusa Penida 2026 menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang mengajak warga sekitar untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan mereka. Salah satu program yang dijalankan, dengan Rahma, Athena, dan Azka, sebagai penanggung jawab kegiatan (PIC), adalah aksi bersih pantai atau beach cleaning.
Kura-kura leher ular Rote atau Roti snake-necked turtle merupakan hewan endemik Pulau Rote. Hewan dengan nama ilmiah Chelodina mccordi ini dikenal sebagai salah satu kura-kura paling langka di dunia. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengklaim bahwa spesies ini sudah berstatus Kritis atau Critically Endangered, yang menunjukkan bahwa keberadaannya ada di tingkat ancaman yang tinggi.
Tim mahasiswa KKN-PPM UGM kembali memberikan dampak nyata di lingkungan masyarakat, salah satunya di wilayah Banyuwangi Jawa Timur. Sejalan dengan visi Universitas Gadjah Mada yakni Sustainable Development Goals (SDGs), tema yang diangkat antara lain mengatasi berbagai permasalahan lingkungan, pengentasan kemiskinan, pengembangan wisata, dan mengatasi stunting.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Bentangan Bawean bersama masyarakat Desa Tanjungori melaksanakan Program bersih pantai sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir di Pantai Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini dilaksanakan dalam tiga kali kegiatan yang berlangsung pada 12, 19, dan 26 Juli dengan melibatkan 15 mahasiswa KKN-PPM UGM dan sekitar 30 warga sekitar.

Pagi itu, sekitar pukul 09.30, puluhan tangan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Karimunjawa tampak semangat menepuk – nepuk pasir Pantai Amor. Di depan tangan mereka, jejak 50 kaki tukik jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) membekas di bibir pantai sebelum akhirnya pulang kembali ke habitat asalnya. Kegiatan ini adalah upaya pendidikan konservasi sejak dini serta pelestarian Penyu yang dilakukan oleh Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Karimunjawa berkolaborasi dengan TIM KKN PPM UGM Renjana Karimunjawa.



