Mahasiswa KKN-PPM UGM dan mahaiswa Kulian Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melaksanakan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan serta Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Magetan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program kerja kolaboratif kedua perguruan tinggi di bidang pengelolaan lingkungan. Program kolaboratif tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UGM Purwanta, S.Kp., M.Kes. dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTM Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. Ritmaleni, S.Si, Camat IV Koto Subchan, beserta jajaran Wali Nagari dan Kapolsek IV Koto berfoto bersama mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Tapak Koto saat acara penerimaan di Kantor Camat IV Koto, Agam, Senin, 22 Juni 2026. (Foto : Dok. KKN UGM Tapak Koto)

Upaya mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah domestik terus digenjot di tingkat akar rumput. Bersama akademisi dan mahasiswa KKN-PPM UGM, Komunitas Girli Padukuhan Santren (KGPS) menggencarkan sosialisasi sistem ‘Mijongan’ (Mikrobio Jogangan) kepada warga di sepanjang bantaran Sungai Pelang, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (19/7/2026).

KKN PPM UGM Cakrawala Panjatan 2026 secara resmi melakukan penerjunan pada Senin, 22 Juni 2026, di Pendopo Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Acara penerjunan disambut langsung oleh Panewu Panjatan, Bapak Agung Wibowo, S.Sos beserta jajaran Kapanewon. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Gotakan, Bapak Raden Redy Hartanto, B.Sc, S.E. beserta carik dan jajarannya serta Lurah Cerme, Bapak Suroto beserta carik dan jajarannya sebagai mitra sasaran KKN.
Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM unit “Cahea Busel” mengabdi di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Kedua desa ini berada di ujung selatan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka datang bukan hanya sekadar singgah, tetapi untuk belajar, dan tumbuh bersama warga selama 50 hari penuh.
Klaten – Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen penuh dalam mengawal pelestarian eksistensi kebudayaan nusantara di tengah arus modernisasi. Melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), tim ahli UGM menerjunkan delegasi khusus untuk melakukan kunjungan lapangan, observasi mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas perajin Wayang Kulit Tatah Sungging di Desa Wisata Sidawarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan program bertajuk “Pemertahanan dan Pelestarian Tradisi Tatah Sungging Wayang Kulit di Desa Wisata Butuh, Sidowarno, Wonosari, Klaten, melalui Peningkatan Kemampuan Pengrajin dan Pameran Produk Unggulan Masyarakat.” Program ini merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat keberlanjutan tradisi tatah sungging sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat berbasis potensi budaya lokal.
Menjelang pengabdian masyarakat pertengahan Juni mendatang, tim KKN-PPM UGM unit Pelita Nusantara menggelar workshop edukasi pelatihan pembuatan ecoprint ini berlangsung di Desa Sidoarum, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta, Minggu (24/5). Kegiatan ini diikuti oleh 18 anggota Tim Pelita Nusantara dari lintas subunit dengan menggandeng narasumber dari Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Yogyakarta.
Pemerintah Desa Kuwum secara resmi menyambut kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan penerimaan yang berlangsung pada Senin (29/6). Acara ini menjadi awal terjalinnya kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan.




