Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan prototype alat ukur kualitas air sederhana untuk membantu masyarakat Desa Pasurenan memperoleh informasi awal mengenai kondisi sumber air yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, memiliki potensi wisata alam yang beragam, mulai dari Agrowisata Pagilaran dengan hamparan kebun teh dan udara pegunungan yang sejuk, Wisata Alam Kamulyan yang dikelilingi pepohonan pinus dan dilengkapi fasilitas kolam renang, hingga Curug Binorong yang menawarkan keindahan alam di tengah perbukitan. Keberadaan berbagai destinasi tersebut turut menjadikan kawasan Keteleng dan sekitarnya sebagai wilayah yang memiliki potensi wisata dan aktivitas masyarakat yang beragam. Melihat potensi tersebut, Tim KKN-PPM UGM Unit Arsanaya Blado turut mendorong terciptanya lingkungan wisata yang lebih tertata dan aman melalui pembangunan fasilitas pemilahan sampah di Wisata Alam Kamulyan, serta pemasangan convex mirror dan delineator di sepanjang Dukuh Pagilaran dan Keteleng sebagai program pengabdian mulai Juni hingga Agustus 2026.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mendorong penguatan potensi pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan potensi alam dan modal sosial warga. Semangat gotong royong, keramahan, serta budaya kebersamaan yang masih terjaga menjadi kekuatan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata desa yang berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat monitoring berbasis sensor di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi penanganan sampah organik lokal.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Mancak Periode 2 Tahun 2026 melaksanakan rangkaian program pengabdian di Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pada 20 Juni–8 Agustus 2026. Selama tujuh pekan, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan perangkat daerah melalui enam program terpadu yang disusun berdasarkan kebutuhan serta potensi masyarakat.
Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Kecamatan Kemalang melaksanakan empat program unggulan di Desa Bumiharjo pada 20 Juni – 8 Agustus 2026. Program-program tersebut meliputi pembuatan humus bambu, penanaman Rumput Gama Umami, pembuatan website desa, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi.

Kehadiran mahasiswa KKN mengabdi di daerahbukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, namun mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka dapatkan dari kampus. Bahkan kehadiran mahasiswa menjadi momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat dengan mengangkat potensi lokal hingga ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.

Tim KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Paliyan di Kalurahan Karangduwet sukses menyelenggarakan kegiatan penanaman bibit pohon buah lokal di Balai Desa Karangduwet, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan PT MSIG Indonesia dalam rangka mengenalkan pelestarian lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebanyak 38 siswa SD Negeri Tegalsari mengikuti kegiatan pengenalan gamelan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda. Para siswa yang terdiri dari kelas IV, V, dan VI diajak untuk mengenal sekaligus mencoba memainkan gamelan secara langsung. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Tegalsari, tempat perangkat gamelan berada. Dari kegiatan tersebut, pengenalan gamelan kemudian berlanjut menjadi ekstrakurikuler karawitan di sekolah.


