Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan peran Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Pesan tersebut disampaikan dalam UGM Annual Lecture – Nobel Laureate Series bertajuk “Global Leadership for Humanity: Advancing Impactful Community Engagement” yang menghadirkan Nobel Peace Laureate 2014, Kailash Satyarthi, serta sejumlah tokoh nasional dan sivitas akademika UGM yang bertempat di Ruang Senat Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (21/8).
SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education)

Pada hari Rabu (15/7), kami, mahasiswa KKN-PPM UGM Unit YO-061 “Sawang Sewon” melaksanakan program kerja berupa pengenalan jenis-jenis makanan berprotein tinggi sebagai sarana pencegahan stunting sejak dini. Kami dipercaya untuk melakukan kegiatan bersama dengan siswa-siswi kelas 1 SD Negeri Sawit, Panggungharjo, Sewon, dalam rangka mengisi masa pengenalan sekolah.

Di tengah tantangan mendidik generasi muda tentang pengelolaan keuangan dan kesadaran lingkungan, mahasiswa KKN PPM UGM semester akhir 2026 menciptakan solusi inovatif. Melalui permainan interaktif dan simulasi lapangan, mereka berhasil menghadirkan pembelajaran kompleks dalam bahasa yang mudah dipahami anak-anak sekolah dasar.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sumba Timur memasang panel surya untuk mendukung fasilitas belajar anak, sekaligus menanam puluhan pohon untuk mengantisipasi kekeringan dan melindungi daerah tangkapan air di wilayah pedalaman.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Mancak Periode 2 Tahun 2026 melaksanakan rangkaian program pengabdian di Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pada 20 Juni–8 Agustus 2026. Selama tujuh pekan, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan perangkat daerah melalui enam program terpadu yang disusun berdasarkan kebutuhan serta potensi masyarakat.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pembekalan KKN-PPM UGM Periode 3 Tahun 2026 pada Sabtu–Minggu, 15–16 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.00 WIB ini dilaksanakan di Fakultas Peternakan UGM, Ruang Kelas 9 dan 10.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Sape bersama Pemerintah Desa Lamere dan masyarakat melaksanakan aksi bersih pantai di Desa Lamere, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (7/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Unit Sape menginisiasi aksi pelestarian lingkungan melalui program “Eco Mangrove Action” di Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2026 ini diwujudkan melalui penanaman 100 bibit mangrove bersama Pemerintah Desa Buncu, masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, dan anggota Pramuka SMA Negeri 3 Sape.

Gili Gede Indah, Lombok Barat – merupakan salah satu wilayah kepulauan yang berada di Kecamatan Sekotong yang terdiri dari lima dusun dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar berkaitan erat dengan sektor perikanan dan kelautan. Desa Gili Gede memiliki garis pantai sekitar 11 km, serta menyimpan potensi alam dan kehidupan masyarakat yang khas. Namun, dari dibalik potensi tersebut, Desa Gili Gede juga terdapat tantangan tersendiri, salah satunya dalam memperoleh akses kesehatan. Jarak dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan langsung di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Bromo Bestari melaksanakan serangkaian program revitalisasi infrastruktur dan fasilitas pendukung di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selama Juli 2026. Program yang dilaksanakan bersama pemerintah desa, perangkat dusun, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, serta masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, keselamatan, produktivitas pertanian, hingga mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata desa.