Bagaimana mengajak masyarakat peduli kebersihan pantai dengan cara yang sederhana dan menarik? Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Panyipatan, Tanah Laut, menjawabnya melalui gerakan “Satu Genggam Sampah, Satu Butir Telur” di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).
SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan program ECOCYCLE untuk mendukung pengelolaan sampah organik rumah tangga di Kelurahan Bugel dan Kelurahan Kauman Kidul, Kota Salatiga. Program ini memadukan pembuatan biopori dan budidaya maggot sebagai alternatif pengolahan sampah yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendampingi kader PKK Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, dalam mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemanfaatan kembali bahan organik yang masih dapat digunakan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui pelatihan pengolahan buah naga menjadi produk bernilai tambah di Desa Cingambul, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (18/7). Kegiatan tersebut juga disertai penyusunan dan penyerahan buku panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi kepada masyarakat.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) unit Batur mengembangkan kabinet dryer sederhana sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung pengolahan hasil pertanian di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, memiliki beragam potensi sumber daya lokal dan wisata yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hamparan kebun teh di kawasan Pagilaran serta aktivitas penggergajian kayu di Desa Kalipancur menjadi beberapa potensi yang dikembangkan melalui inovasi berbasis sumber daya lokal. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit Arsanaya Blado memperkenalkan berbagai inovasi di Keteleng dan Kalipancur selama pelaksanaan KKN. Program ini sejalan dengan tema KKN Unit Arsanaya Blado, yaitu pendampingan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan potensi lokal.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat monitoring berbasis sensor di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi penanganan sampah organik lokal.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 2 Tahun 2026 di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah yang terintegrasi untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menginisiasi Desa Sangiang sebagai desa percontohan pengelolaan sampah mandiri di Kecamatan Mancak.

Kelompok KKN-PPM UGM Bakam Bercerita yang melaksanakan pengabdian di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, menghadirkan inovasi sederhana dalam pengelolaan limbah organik melalui program KOMET (Kompos Efisien Terintegrasi): Aplikasi Pengolahan Limbah Organik yang Efisien dan Ramah Lingkungan. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengenalkan teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat mengolah limbah organik menjadi bahan yang lebih bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.


