• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • Olah Buah Naga Jadi Produk Bernilai Tambah, KKN-PPM UGM Dampingi Warga Cingambul

Olah Buah Naga Jadi Produk Bernilai Tambah, KKN-PPM UGM Dampingi Warga Cingambul

  • KKN, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur
  • 9 September 2026, 12.08
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui pelatihan pengolahan buah naga menjadi produk bernilai tambah di Desa Cingambul, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (18/7). Kegiatan tersebut juga disertai penyusunan dan penyerahan buku panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi kepada masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cingambul dan merupakan kolaborasi mahasiswa KKN-PPM UGM dari klaster Agro dan Saintek. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas lokal sekaligus menyediakan pedoman produksi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai potensi buah naga sebagai salah satu komoditas lokal Desa Cingambul serta peluang pengembangannya menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Mahasiswa juga memperkenalkan pentingnya proses produksi yang baik dan terstandar untuk mendukung kualitas serta konsistensi produk.

Peserta kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik pengolahan buah naga menjadi selai buah naga. Selain itu, peserta diperkenalkan pada Nata de Dragon Fruit, produk nata berbasis sari buah naga yang dikembangkan sebagai alternatif diversifikasi olahan pangan. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai tahapan pengolahan sekaligus mendiskusikan peluang pengembangan produk berbasis komoditas lokal.

Tidak berhenti pada pelatihan pengolahan, mahasiswa KKN-PPM UGM dari klaster Saintek juga menyusun buku panduan SOP Produksi yang kemudian diserahkan kepada masyarakat. Panduan tersebut memuat tahapan produksi, standar mutu, dan prosedur kerja yang disusun secara sistematis sebagai acuan dalam menghasilkan produk secara konsisten dan higienis.

Salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM, Kirana Azhari, menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan pengolahan, tetapi juga mendorong masyarakat agar dapat mengembangkan potensi buah naga secara berkelanjutan.

“Potensi buah naga di Desa Cingambul cukup besar. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah buah naga, tetapi juga memiliki gambaran bagaimana produk tersebut dapat terus dikembangkan. Buku panduan SOP yang kami susun diharapkan dapat menjadi acuan ketika masyarakat ingin memproduksi produk secara mandiri,” ungkap Kirana.

Keberadaan buku panduan SOP diharapkan membantu masyarakat menjaga konsistensi proses dan mutu produk ketika produksi dilakukan secara mandiri. Dengan adanya panduan tersebut, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada pelaksanaan program KKN-PPM, tetapi dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Melalui pelatihan pengolahan dan penyusunan SOP produksi, KKN-PPM UGM mendorong pemanfaatan buah naga tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk olahan bernilai tambah. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Cingambul.

Sumber tulisan: Fitri Salsabila
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Unit JB023 Subunit Desa Cingambul

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY