Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) unit Batur mengembangkan kabinet dryer sederhana sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung pengolahan hasil pertanian di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Inovasi tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat mengatasi kendala pengeringan hasil pertanian yang selama ini dipengaruhi oleh keterbatasan sinar matahari dan suhu udara yang relatif dingin di wilayah dataran tinggi. Kabinet dryer dirancang sebagai alat pengering yang dapat digunakan tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca, sehingga proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih terkontrol.
Pengembangan kabinet dryer meliputi perancangan, persiapan bahan, perakitan rangka dan komponen, hingga pengujian sistem pemanas dan sirkulasi udara. Alat ini dilengkapi dengan pemanas listrik, pengatur suhu, dan kipas pembuangan untuk mendukung proses pengeringan dengan kondisi suhu yang dapat disesuaikan.
Pemanfaatan kabinet dryer dalam program ini diarahkan pada komoditas lokal, khususnya kentang. Desa Sumberejo memiliki keterkaitan yang kuat dengan sektor pertanian kentang, yang menjadi salah satu komoditas penting bagi perekonomian rumah tangga petani. Namun, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga peluang untuk memperoleh nilai tambah dari hasil pertanian masih dapat dikembangkan.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM memperkenalkan alternatif pengolahan kentang menjadi produk dengan masa simpan yang lebih panjang. Kentang dan sayuran lokal terlebih dahulu disortasi, dicuci, dan diiris sebelum dikeringkan menggunakan kabinet dryer. Hasil pengeringan kemudian diolah menjadi tepung kentang yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan perkedel instan.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan sosialisasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sumberejo. Masyarakat diperkenalkan pada penggunaan teknologi pengeringan sekaligus memperoleh gambaran mengenai peluang diversifikasi produk pangan berbasis hasil pertanian lokal.
Pemilihan kentang sebagai bahan utama mempertimbangkan potensi wilayah Desa Sumberejo yang berada di kawasan dataran tinggi. Kecamatan Batur merupakan salah satu wilayah penghasil kentang di Kabupaten Banjarnegara, sehingga komoditas tersebut telah menjadi bagian penting dari mata pencaharian masyarakat setempat.
Petani menghadapi tantangan di sisi lain, berupa fluktuasi harga hasil panen. Ketika harga kentang segar menurun, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pendapatan petani. Pengolahan kentang menjadi tepung dan produk pangan olahan diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Salah satu anggota KWT Desa Sumberejo yang mengikuti demonstrasi menunjukkan ketertarikannya terhadap peluang pengolahan kentang tersebut. Menurutnya, pengolahan menjadi produk yang lebih awet dapat menjadi alternatif ketika harga kentang segar sedang rendah, sekaligus membuka peluang pemasaran produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, pengembangan kabinet dryer tidak hanya diarahkan pada penyediaan alat, tetapi juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Melalui demonstrasi dan praktik pengolahan, masyarakat diharapkan dapat memahami pemanfaatan teknologi sederhana sekaligus mengembangkan produk pangan yang memanfaatkan potensi lokal.
Melalui program ini, KKN-PPM UGM unit Batur mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pengolahan hasil pertanian dan diversifikasi pangan di Desa Sumberejo. Keberadaan kabinet dryer diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk olahan, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi pertanian lokal.
Sumber Tulisan: Faustina Rosari Fantatista
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Unit Batur