Sepuluh produk usaha masyarakat Kawasan Transmigrasi Muting dibawa menembus pasar yang lebih luas melalui uji coba pemasaran kolektif Tim Ekspedisi Patriot Muting (TEP) UGM Tim 16 di Festival Kalimaro, Papua Selatan, 1–5 Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari program Kasuari yang mendorong kelompok usaha masyarakat membangun akses pasar melalui kerja sama dan pengelolaan sumber daya secara bersama. Kesepuluh produk usaha tersebut diantaranya produk kopi khas Muting, hilirisasi ubi kayu, produk paket pariwisata, dan pengembangan tanaman endemik lokal.
SDGs 2 : Tanpa Kelaparan
Kawasan Transmigrasi (KT) Muting memiliki potensi peternakan yang cukup besar, khususnya komoditas sapi yang telah dipelihara oleh masyarakat sebagai salah satu sumber pendapatan rumah tangga. Namun, kegiatan peternakan sapi di Muting saat ini masih didominasi oleh peternakan individu dengan sistem pemeliharaan semi-intensif. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan ternak masih sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman masing-masing peternak, terutama dalam aspek pemberian pakan, kesehatan, dan penanganan penyakit. Di sisi lain, peternak masih menghadapi sejumlah permasalahan kesehatan ternak, seperti kembung, cacingan, serta kekurangan mineral yang dapat memengaruhi kondisi tubuh dan produktivitas sapi. Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan peternak mengenai pengenalan gejala penyakit dan langkah penanganan yang dapat dilakukan secara tepat di tingkat peternakan.
KKN-PPM UGM Unit Sungai Apit Olah Ikan Lomek Jadi Produk Bernilai Tambah, Buka Peluang Usaha di Siak
Ikan lomek selama ini menjadi salah satu hasil perikanan yang dimanfaatkan masyarakat pesisir Kabupaten Siak, Riau. Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Sungai Apit melihat potensi tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi olahan pangan sekaligus membuka ruang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal.
Botol plastik bekas tidak selalu berakhir sebagai limbah. Pemanfaatan kembali benda yang mudah ditemukan di rumah tersebut diperkenalkan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Petasia melalui program HYDRO-BLOOM (Hydroponic Bottled-Plastic Lifestyle Optimization for Organic Mitigation) di Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. Program kerja tersebut berlangsung pada Minggu (2/8/2026) di Balai Desa Ganda-Ganda.
Sampah rumah tangga yang selama ini dipandang sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi bagian dari kegiatan produktif. Gagasan tersebut diperkenalkan melalui program “Zero Waste Maggot” dan “BUDIKDAMBER” yang digagas oleh KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Petasia bersama Dinas Perikanan Kabupaten Morowali Utara di Desa Ganda-Ganda.
Melinjo selama ini lekat dengan produk olahan emping di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Desa Sangiang mengenalkan alternatif olahan melinjo melalui program Selinjo (Selai Melinjo) di Posyandu Flamboyan (25/7).
Potensi lingkungan sekitar dapat menjadi modal untuk membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Melalui semangat tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Citra Kasturi 2026 Subunit Jogonalan Kidul menginisiasi pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Padukuhan Jogonalan Kidul, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.
Tanaman anggrek tidak hanya memiliki nilai keindahan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat. Potensi tersebut menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat niversitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 2 Tahun 2026 Unit Kasihan, Subunit Padukuhan Kalangan, melalui pelatihan budidaya, bisnis, dan pemasaran anggrek bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Padukuhan Kalangan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (14/7).
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 Tahun 2026 mendampingi peternak di Desa Kajongan, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan melalui pemeriksaan kesehatan ternak dan pemanfaatan klobot jagung sebagai pakan alternatif. Pendampingan ini dilakukan untuk memperkenalkan langkah preventif dalam pemeliharaan ternak sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Kemalang mengembangkan sejumlah program berbasis potensi lokal di Desa Bumiharjo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selama pelaksanaan KKN-PPM pada 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, mahasiswa menjalankan empat program yang mencakup pemanfaatan bahan organik, penguatan sektor peternakan, digitalisasi informasi desa, serta dukungan terhadap keselamatan jalan.

