Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Pertukaran Budaya bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) di SD Negeri Cemoro, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (20/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional yang mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan pertukaran budaya dan edukasi lintas negara, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berfokus pada negara berkembang dan pendidikan dasar.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, melibatkan siswa SD Negeri Cemoro dalam berbagai aktivitas edukatif. Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama mahasiswa UNIMAS memperkenalkan budaya Indonesia dan Malaysia, memberikan edukasi kesehatan seperti praktik mencuci tangan, serta mengajarkan dasar-dasar gizi seimbang. Aktivitas ini dikemas dengan cara yang menyenangkan, termasuk lomba mewarnai dan pembagian alat tulis serta makanan khas dari kedua negara.
SDGs 2 : Tanpa Kelaparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Unit Sangalu Banggai menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pertanian Terpadu (SLPT) di Ruang Serbaguna dan Area Terbuka SMP Negeri 1 Kintom, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (15/1). Kegiatan ini merupakan implementasi Program P3 (Profil Pelajar Pancasila) melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung bersama siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dan praktik penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), pengenalan Smart Farming, serta pemilihan Duta Tani Kecil Berdaya.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Unit Windusari menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program sapi perah dan manajemen pakan bagi warga Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang pada (15/1). Bertempat di Balai Desa Ngemplak, kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang guna mengenalkan Program Sapi Perah dan manajemen pakan ternak sehingga dapat meningkatkan kualitas produktivitas susu sapi perah. Optimalisasi manajemen pakan dalam program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian SDG 2 (tanpa kelaparan) dan SDG 8 (pertumbuhan ekonomi).
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pertanian berkelanjutan di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Purworejo, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini mendukung swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa (26/1). Program ini juga merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong tujuan keberlanjutan SDGs, khususnya SDG 12 yang berfokus pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo (8/1). Workshop ini berfokus pada pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik. Inisiatif ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari workshop ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui transformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Remu Ransiki meneguhkan komitmennya dalam membangun Tanah Papua melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kembali dilaksanakan di Kabupaten Manokwari pada tahun 2025. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan dalam satu gerak pengabdian yang berkelanjutan.
Di balik udara dingin dan perbukitan Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, terdapat potensi pertanian yang belum banyak dikenal publik luas. Disinilah tim KKN-PPM UGM dengan nama Seru Jeparu turun, untuk mengulik tanaman ini. Janggelan namanya, tanaman yang tumbuh subur di Desa Penggung dan telah cukup lama menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Kebanyakan orang tidak akan tahu apa itu janggelan, namun mereka pasti tahu hasil olahan dari janggelan. Janggelan adalah bahan baku untuk pembuatan cincau hitam, yang sering kita temukan di minuman-minuman menyegarkan dan memiliki khasiat yang baik untuk tubuh.
Universitas Gadjah Mada hadir sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam merespons bencana banjir yang melanda Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Melalui DERU DPkM UGM Peduli Bencana, turun langsung mendampingi warga terdampak melalui bantuan evakuasi, pengamanan barang berharga, serta penyaluran logistik berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi.
Yogyakarta, 16 Oktober 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPKM UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan UMKM Class Series #31 bertema “Strategi Meningkatkan Nilai Ekonomi Singkong melalui Inovasi Budidaya, Pengolahan, dan Hilirisasi Industri.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang 1 DPKM UGM ini diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pasar Kampung Madu. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit 2024-YO174 Nglipar, Kab. Gunung Kidul
Dusun Kedungpoh Lor yang terletak di Nglipar, Gunungkidul, DI Yogyakarta, telah dikenal sebagai penghasil madu alami dan pusat kegiatan berbasis masyarakat yang patut diapresiasi. Kampung Binaan PLN, hasil kolaborasi antara PLN, UGM, dan masyarakat Kedungpoh ini memiliki berbagai kelompok swadaya masyarakat yang aktif bergerak, seperti Kelompok Wanita Tani, Kelompok Petani Madu, dan Kelompok Bank Sampah. Kegiatan utama meliputi budidaya lebah madu Apis cerana , pengelolaan Pasar Kampung Madu, pengoperasian greenhouse , pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pelestarian Hutan Rakyat Pandanwangi yang menjadi aset penting dalam mendukung keberlanjutan desa.
