Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 2 Tahun 2026 mendapat sambutan hangat dari berbagai pemerintah daerah, keluarga alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), serta mitra lokal di lokasi pengabdian. Penyambutan yang berlangsung di sejumlah provinsi menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, alumni, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN-PPM UGM.
SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education)

Tumpukan buku yang berdebu, rak yang tak lagi tertata, dan ruangan yang jarang dikunjungi pernah menjadi pemandangan sehari-hari di Perpustakaan Ohoi Elaar Lamagorang, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Kini, perpustakaan itu perlahan kembali hidup setelah direvitalisasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama warga setempat.

Mahasiswa KKN-PPM UGM sukses melaksanakan rangkaian program edukasi di SD Negeri Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, pada 13–17 Juli 2026. Sebanyak sebelas program kerja diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 di MIS Ma’arif Saman semakin semarak dengan keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (15/07/2026). Kolaborasi ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan bagi para murid.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wujud pengabdian mahasiswa di wilayah-wilayah terpencil. Dalam KKN, berbagai program dilakukan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa UGM dalam program KKN-PPM Periode II tahun 2026 yang ditempatkan di Kabupaten Raja Ampat.

Mahasiswa KKN PPM UGM yang sedang bertugas di 11 titik di Bali mendapatkan bekal ilmu tambahan yang sangat bermanfaat. Melalui webinar via Zoom pada Sabtu (11/7/2026), mereka diajak mendalami isu literasi gender serta perlindungan anak dan perempuan agar program kerja mereka nanti bisa lebih inklusif dan berdampak luas. Acara ini merupakan hasil kolaborasi seru antara Kagama Bali bersama para mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Deepublish Store terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat melalui kolaborasi bersama program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Pelita Palimanan 2026 yang berlokasi di Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) di Madiun secara aktif mendukung hilirisasi inovasi di bidang pertanian dengan membantu pengembangan varietas padi Gamagora di Desa Gunungsari, Tanjungrejo, dan Tulungrejo, Kecamatan Madiun (10/7). Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara UGM, pemerintah desa, kelompok tani, alumni, dan mitra yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi di masyarakat.
Klaten – Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen penuh dalam mengawal pelestarian eksistensi kebudayaan nusantara di tengah arus modernisasi. Melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), tim ahli UGM menerjunkan delegasi khusus untuk melakukan kunjungan lapangan, observasi mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas perajin Wayang Kulit Tatah Sungging di Desa Wisata Sidawarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh Dr. Rudy Wiratama, S.IP., M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan program bertajuk “Pemertahanan dan Pelestarian Tradisi Tatah Sungging Wayang Kulit di Desa Wisata Butuh, Sidowarno, Wonosari, Klaten, melalui Peningkatan Kemampuan Pengrajin dan Pameran Produk Unggulan Masyarakat.” Program ini merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat keberlanjutan tradisi tatah sungging sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat berbasis potensi budaya lokal.
