• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • GANDENG PAKAR INTERNASIONAL, UGM DORONG DIGITALISASI DAN REGENERASI WAYANG TATAH SUNGGING DI DESA WISATA SIDAWARNO

GANDENG PAKAR INTERNASIONAL, UGM DORONG DIGITALISASI DAN REGENERASI WAYANG TATAH SUNGGING DI DESA WISATA SIDAWARNO

  • Berita Utama DPkM, Pengumuman DPkM, Pengumuman RCE, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education), SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur, TTG
  • 13 Juli 2026, 13.53
  • Oleh: jokow
  • 0

Klaten – Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen penuh dalam mengawal pelestarian eksistensi kebudayaan nusantara di tengah arus modernisasi. Melalui Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), tim ahli UGM menerjunkan delegasi khusus untuk melakukan kunjungan lapangan, observasi mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas perajin Wayang Kulit Tatah Sungging di Desa Wisata Sidawarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.

Kunjungan strategis dilakukan langsung oleh Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat UGM, Dr. Djoko Santosa. Tidak tanggung-tanggung, UGM juga menggandeng pakar budaya dan seni pertunjukan internasional, Prof. Mathew Cohen, serta akademisi pakar sastra Jawa dan kurator artistik dari FIB UGM, Dr. Rudy Wiratama.

Kepala Subdit Pemberdayaan Masyarakat UGM, Dr. Djoko Santosa menegaskan bahwa kehadiran tim akademisi ke sentra kriya ini adalah bentuk hilirisasi riset untuk menyerap aspirasi riil dari akar rumput. “Kami hadir tidak hanya untuk mendokumentasikan, tetapi untuk menyusun rencana aksi konkret bersama pemerintah desa dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Tantangan ke depan adalah bagaimana menyinkronkan penguatan kelembagaan lokal agar berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga,” ujar Djoko.

Berdasarkan hasil observasi di sejumlah sanggar dan rumah produksi (home industry) milik warga, tim menemukan bahwa kualitas teknis penatahan kulit kerbau dan pewarnaan (sungging) perajin Sidawarno memiliki standar kehalusan yang sangat premium, utamanya dalam mempertahankan pakem gaya Surakarta. Fleksibilitas pasar juga dinilai baik dengan munculnya diversifikasi produk bernilai jual tinggi, mulai dari wayang mikro hingga seni kaligrafi kulit berbingkai emas.

Kendati demikian, dalam sesi FGD yang berlangsung hangat bersama para tokoh perajin, terungkap sejumlah persoalan krusial yang mengancam keberlanjutan ekosistem kriya ini. Hambatan utama yang paling dirasakan adalah lambatnya laju regenerasi karena minimnya minat generasi muda, serta keterbatasan akses pasar modern yang belum menyentuh ekosistem digital secara optimal.

Menanggapi fenomena tersebut, Prof. Mathew Cohen memberikan pandangan dari kacamata global. Menurutnya, potensi yang dimiliki Desa Wisata Sidawarno memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di panggung internasional. “Wayang tatah sungging Sidawarno bukan sekadar komoditas kriya biasa, melainkan sebuah warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) yang agung. Kuncinya kini terletak pada digital storytelling—bagaimana kita mengomunikasikan narasi filosofis di balik setiap goresan pahatan ini kepada audiens dunia,” ungkap Mathew.

Guna menjawab persoalan-persoalan tersebut, Dr. Rudy Wiratama dari FIB UGM memaparkan beberapa rekomendasi rencana aksi kolaboratif yang akan diinisiasi oleh UGM. Program intervensi tersebut meliputi pelatihan manajemen e-commerce bagi perajin muda, penyusunan kurikulum inkubasi remaja melalui program “Tatah Sungging Goes to School”, hingga standarisasi paket wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).

“Kami di FIB UGM juga tengah merancang penyusunan katalog digital dwibahasa (bilingual) yang memuat profil para perajin, filosofi tatahan, dan ragam karakter tokoh wayang Sidawarno. Ini penting sebagai instrumen diplomasi budaya sekaligus perlindungan hak kekayaan intelektual komunal mereka,” pungkas Rudy.

Melalui sinergi berkelanjutan antara akademisi UGM, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal, Desa Wisata Sidawarno diharapkan mampu menjelma menjadi pusat edukasi budaya yang mandiri, adaptif terhadap teknologi digital, namun tetap kokoh memegang teguh identitas tradisinya.

Penulis : Djoko Santosa dan Azri Faisal Nabhan

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY