Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Desa Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mendorong penguatan potensi pariwisata berbasis masyarakat melalui pengembangan potensi alam dan modal sosial warga. Semangat gotong royong, keramahan, serta budaya kebersamaan yang masih terjaga menjadi kekuatan masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata desa yang berkelanjutan.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat monitoring berbasis sensor di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi penanganan sampah organik lokal.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Mancak Periode 2 Tahun 2026 melaksanakan rangkaian program pengabdian di Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pada 20 Juni–8 Agustus 2026. Selama tujuh pekan, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa, masyarakat, dan perangkat daerah melalui enam program terpadu yang disusun berdasarkan kebutuhan serta potensi masyarakat.
Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Kecamatan Kemalang melaksanakan empat program unggulan di Desa Bumiharjo pada 20 Juni – 8 Agustus 2026. Program-program tersebut meliputi pembuatan humus bambu, penanaman Rumput Gama Umami, pembuatan website desa, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi.

Kehadiran mahasiswa KKN mengabdi di daerahbukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, namun mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka dapatkan dari kampus. Bahkan kehadiran mahasiswa menjadi momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat dengan mengangkat potensi lokal hingga ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.

Tim KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Paliyan di Kalurahan Karangduwet sukses menyelenggarakan kegiatan penanaman bibit pohon buah lokal di Balai Desa Karangduwet, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan PT MSIG Indonesia dalam rangka mengenalkan pelestarian lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebanyak 38 siswa SD Negeri Tegalsari mengikuti kegiatan pengenalan gamelan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda. Para siswa yang terdiri dari kelas IV, V, dan VI diajak untuk mengenal sekaligus mencoba memainkan gamelan secara langsung. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Tegalsari, tempat perangkat gamelan berada. Dari kegiatan tersebut, pengenalan gamelan kemudian berlanjut menjadi ekstrakurikuler karawitan di sekolah.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program Desa Tangguh Pangan dan Psikososial di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Program ini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana melalui penguatan ketahanan pangan rumah tangga serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial.
Keterbatasan air pada lahan pertanian tadah hujan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga produktivitas pangan di Dusun Penggung, Kelurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-PPM UGM untuk mengembangkan alternatif budidaya tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi kering, salah satunya melalui pengenalan tanaman sorgum. Upaya tersebut menjadi bagian dari program KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 yang mengusung tema optimalisasi ketahanan pangan dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Sebanyak enam mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu terlibat dalam perancangan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.

