Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub-Unit Sinarang Kalipucang Banjarharja mulai menjalankan program kerja untuk memajukan usaha kecil di Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang. Target utamanya adalah membantu produk lokal seperti sale pisang, gula merah, dan sawo agar bisa dijual ke luar daerah menggunakan teknologi digital.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Paradigma pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa kini sedang diuji di ujung barat Pulau Dewata. Pemerintah Kabupaten Jembrana secara terbuka menolak formalitas KKN yang kerap terjebak dalam lingkaran seremonial dan dokumentasi visual semata. Para intelektual muda ditantang melahirkan rumusan kebijakan (policy brief) berbasis data riil perdesaan demi memutus rantai persoalan laten daerah. Pernyataan keras itu dilontarkan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menerima audiensi mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Unit BA 007 di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (24/6/2026). Di hadapan para mahasiswa, Kembang mengingatkan agar kehadiran civitas akademika dari salah satu kampus terbaik bangsa ini memberikan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat sistem mitigasi dan keselamatan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan melalui briefing untuk Kormanit, Bendahara, dan Koordinator Safety, Health, and Environment (Korma SHE) yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM (26/5).
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) mengadakan workshop yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan dan membekali Koordinator Wilayah (Korwil) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2026 (25/5). Acara ini berlangsung di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, MM UGM, dan menjadi ruang strategis bagi Korwil dan DPL untuk menyamakan persepsi terkait mitigasi risiko, keselamatan mahasiswa, kesehatan mental, penguatan etika, serta tata kelola pendampingan lapangan yang lebih adaptif.
Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., Direktur DPkM UGM, menyampaikan apresiasi kepada DPL yang terus mendampingi mahasiswa dengan semangat pengabdian di tengah kompleksitas tantangan di lapangan. Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini sangat penting untuk mencari titik temu dalam memperkuat kualitas pengabdian masyarakat UGM. “Tema besar KKN-PPM tahun ini adalah ketahanan pangan dan perubahan iklim untuk keberlanjutan. Dari pengabdian inilah nantinya akan muncul metode khas dari masing-masing lokasi,” terangnya.
Ia juga menyoroti tantangan pendanaan pengabdian yang masih menjadi isu sentral dalam pelaksanaan KKN-PPM. Meskipun demikian, UGM tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program dengan memperluas kerja sama bersama berbagai mitra dan mendorong internasionalisasi pengabdian masyarakat.
Dalam sesi diskusi panel pertama, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., menekankan bahwa mitigasi risiko menjadi salah satu fokus utama pelaksanaan KKN-PPM 2026. Menurutnya, berbagai dinamika dan kejadian pada pelaksanaan sebelumnya menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat sistem pengamanan mahasiswa di lapangan. “Untuk mitigasi bencana menjadi poin yang krusial. Kita sudah sedemikian mengusahakan dan mempersiapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Prof. Nanung juga memaparkan profil pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026 yang melibatkan 8.177 mahasiswa di 32 provinsi, 132 kabupaten, dan 272 kecamatan dengan total 289 unit KKN. Ia menjelaskan bahwa tren pelaksanaan KKN di luar Pulau Jawa terus meningkat, namun berbagai tantangan operasional, khususnya terkait transportasi dan pendanaan mahasiswa, tetap perlu menjadi perhatian bersama.
Selain aspek teknis, isu kesehatan mental mahasiswa turut menjadi pembahasan penting dalam workshop ini. Psikolog UGM, Aisha Sekar Lazuardini Rachmani, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN saat ini menghadapi tantangan psikologis yang semakin kompleks, terutama akibat adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realitas di lapangan. “Ada gap ekspektasi dan realita. Banyak mahasiswa melihat KKN sebagai sesuatu yang seru dan menyenangkan, padahal di lapangan mereka menghadapi tekanan sosial, konflik kelompok, hingga tuntutan program yang besar,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa DPL memiliki peran sebagai first responder dalam situasi krisis mahasiswa. Oleh sebab itu, komunikasi intensif dan kemampuan memahami spektrum kondisi psikologis mahasiswa menjadi sangat penting dalam proses pendampingan. “Yang harus dilakukan adalah memahami situasi yang terjadi, menjaga keamanan dan privasi mahasiswa, tetap tenang, serta segera menghubungi pihak yang dibutuhkan,” imbuhnya.
Penguatan budaya keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam sesi mitigasi bencana dan Safety, Health, and Environment (SHE) yang disampaikan oleh Prof. Leni Sophia Heliani dan Soleh Aminudin. Dalam paparannya, Prof. Leni menekankan bahwa program KKN merupakan kegiatan dengan risiko yang sangat kompleks, mulai dari risiko lingkungan, sosial budaya, hingga transportasi. “Mahasiswa harus memahami bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Jangan mengikuti kebiasaan lokal yang tidak aman, seperti berkendara tanpa perlengkapan keselamatan atau beraktivitas di air tanpa kemampuan yang memadai,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko secara sistematis melalui identifikasi bahaya, analisis risiko, pengendalian, hingga monitoring berkelanjutan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Soleh Aminudin menyoroti pentingnya transformasi budaya keselamatan di lingkungan KKN-PPM UGM. Menurutnya, kecelakaan tidak pernah terjadi hanya karena satu faktor, tetapi merupakan akumulasi dari berbagai celah sistem yang gagal diantisipasi. “Keselamatan adalah pondasi utama suksesnya pengabdian masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa UGM tengah mendorong perubahan paradigma dari pendekatan reaktif menuju sistem keselamatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan melalui penguatan SHE Plan, emergency response plan, hingga monitoring risiko secara berkala.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., dalam arahannya turut menegaskan pentingnya memahami perubahan karakter dan pola interaksi mahasiswa saat ini. Menurutnya, DPL perlu mampu menjadi fasilitator yang memahami dinamika generasi muda sekaligus membangun budaya saling melindungi di lingkungan KKN-PPM. “Di satu sisi kita bangga dengan jumlah mahasiswa yang besar saat penerjunan KKN-PPM, tetapi di sisi lain ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi mereka. Kuncinya sekarang adalah membangun budaya saling melindungi,” terangnya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang adaptif, aman, dan berdampak melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2026. Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menggelar Workshop Konsolidasi dan Koordinasi bersama Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) secara daring (23/5).
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk Program KKN-PPM UGM Periode 1 Tahun 2026, sekaligus membahas pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026 di Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul (22/5). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama antara UGM, pemerintah daerah, dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat keberlanjutan program pengabdian berbasis kolaborasi desa.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan Bakti Kampus dan Konsolidasi Unit KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2026 pada Sabtu dan Minggu, 9–10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di berbagai wilayah Indonesia.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat komitmennya dalam pengurangan risiko bencana melalui partisipasi pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) ke-9 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (6-7/5). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai unsur pentahelix kebencanaan dalam memperingati 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 sekaligus memperkuat tata kelola risiko bencana di Indonesia.

Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN-PPM Peduli Bencana Sumatera 2026. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi UGM dalam mendukung fase pemulihan (recovery) pasca bencana melalui pendekatan multidisipliner yang berfokus pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 30 hari dari akhir Januari hingga awal Maret 2026.

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN dan masyarakat, Universitas Gadjah Mada menghadirkan kembali Balai Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat (community center) di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, dengan dukungan KAGAMA Aceh dan Katsgama 1996. Peresmian ini menjadi simbol komitmen UGM dalam mendukung pemulihan sosial dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat pasca bencana banjir di Sumatera.

