Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub-Unit Sinarang Kalipucang Banjarharja mulai menjalankan program kerja untuk memajukan usaha kecil di Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang. Target utamanya adalah membantu produk lokal seperti sale pisang, gula merah, dan sawo agar bisa dijual ke luar daerah menggunakan teknologi digital.
Kepala Desa Banjarharja, Pak Hermana, menjelaskan bahwa ekonomi warga desanya sebenarnya sangat aktif karena produksi sale pisang dan gula aren berjalan setiap hari. Namun, potensi ini masih terkendala masalah pemasaran yang belum luas.
Sementara itu, pihak jajaran pemerintah desa menaruh harapan besar pada kehadiran para mahasiswa untuk membawa produk lokal tersebut ke tingkat nasional.
“Kami di jajaran pemerintah desa menaruh harapan besar pada tim KKN UGM untuk merumuskan formulasi strategis agar potensi ini— termasuk bagaimana produk sawo banjar kita bisa menembus pasar nasional melalui optimalisasi e-commerce seperti Shopee dan platform digital lainnya,” ungkap perwakilan pemerintah desa dalam koordinasi bersama mahasiswa.
Koordinator Mahasiswa KKN di Desa Banjarharja, Karina Raihana Salsabila dan Dimas Danendra, menambahkan bahwa dari hasil survei pada minggu pertama, mereka menemukan bahwa banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan internet secara maksimal.
“Berdasarkan hasil observasi mendalam yang dilakukan oleh Tim KKN UGM di Desa Banjarharja selama satu minggu terakhir, kami mengidentifikasi adanya ruang akselerasi yang signifikan pada sektor tata kelola lingkungan dan digitalisasi agrowisata. Kami siap mengintegrasikan keilmuan lintas fakultas untuk mengaktivasi kembali sistem pengelolaan sampah dan merancang infrastruktur digital yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Karina dan Dimas saat memaparkan rencana program mereka.
Dari data yang dikumpulkan mahasiswa UGM, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh warga. Selain pemasaran digital yang belum merata, kemasan produk masih sederhana, merek belum kuat, dan lokasi toko belum terdaftar di Google Maps.
Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa UGM menyiapkan beberapa program, seperti membantu mendaftarkan lokasi UMKM di peta digital, membuatkan logo toko, menyusun katalog produk, serta memberikan pelatihan cara berjualan di Shopee dan Instagram. Pelatihan pengemasan produk dijadwalkan pada 10 Juli 2026, sedangkan pelatihan jualan online akan digelar pada 24 Juli 2026.
Melalui program-program ini, mahasiswa UGM berharap warga Desa Banjarharja bisa lebih mandiri secara ekonomi dan lingkungan. Semua hasil kerja selama KKN ini nantinya akan dilaporkan langsung di hadapan perangkat desa dan warga pada tanggal 31 Juli 2026.
