
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melepas 22 mahasiswa program kuliah kerja nyata pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN PPM) Universitas Gajah Mada di Aula Wayag, Sabtu, 7 Februari 2026. Sebanyak 22 mahasiswa UGM ini telah melaksanakan program pengabdian masyarakat selama 47 hari di Distrik Kota Waisai.
Koordinator mahasiswa, Andhika Bayu Darmawan mengatakan tema KKN yang diusung adalah “Pengelolaan Ekowisata Berbasis Sustainable Management untuk Optimalisasi Potensi Maritim dan Ketahanan Pangan di Distrik Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat“. Selama mengabdi di Distrik Waisai Kota ada sebanyak 129 program kerja yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 4 Pendidikan berkualitas, SDGs 7 Energi bersih dan terjangkau, SDGs 8 Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan SDGs 11 Kota dan permukiman berkelanjutan. Program kerja tersebut dilaksanakan tersebar di empat kelurahan.
Kegiatan mahasiswa yang dilakukan meliputi pengembangan sistem informasi ekowisata pesisir melalui pendekatan smart tourism guna mendukung tata kelola wisata yang berkelanjutan; optimalisasi blue economy melalui community-based development; penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi potensi diversifikasi sumber daya laut lokal dengan memaksimalkan produk maritim; pendekatan terpadu one health untuk kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan; serta penguatan ketahanan sosial, masyarakat melalui partisipasi dan kearifan budaya lokal.
Menurut Andhika, sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pemutakhiran informasi di google maps untuk memudahkan wisatawan, pemasangan lampu jalan tenaga surya di wilayah 300, pembuatan kompos dari limbah rumah tangga, hingga penanaman 100 bibit mangrove di daerah Swainbon untuk menahan abrasi.
Pelaksanaan KKN, kata Andhika, menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermakna, tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat pesisir. Melalui pelaksanaan
program berbasis pengelolaan ekowisata berkelanjutan, pihaknya belajar membangun kepercayaan masyarakat dimulai dari kehadiran yang tulus, partisipatif, dan menghargai kearifan lokal.
“Waisai sebagai pintu gerbang Raja Ampat memperlihatkan potensi besar di sektor ekowisata pesisir yang membutuhkan tata kelola lebih lanjut berbasis smart tourism agar dapat dikelola secara berkelanjutan dan inklusif,” kata dia.
Turut hadir dalam pelepasan mahasiswa ini Plt Asisten Bidang Pemerintahan Setda Raja Ampat Nur Albi Basyir Umkabu, dosen pembimbing KKN Djaka Marwasta, dan Sekretaris Distrik Kota Waisai Anwar Kapitan Laut. Dalam kegiatan ini, perwakilan mahasiswa menyampaikan laporan terkait berbagai program kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan kuliah kerja nyata.