Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 melalui Tim Sinari Tegalsari menghadirkan program pemetaan kualitas air tanah di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Program ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kualitas air tanah di wilayah desa sekaligus menghasilkan peta yang dapat dimanfaatkan sebagai informasi bagi masyarakat dan pemerintah Desa Karangdoro.
Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel air tanah dari sejumlah titik di wilayah Desa Karangdoro berdasarkan beberapa parameter kualitas air, yaitu pH, Daya Hantar Listrik (DHL), Total Dissolved Solids (TDS), dan suhu. Parameter tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai karakteristik dan kondisi kualitas air tanah di masing-masing lokasi pengambilan sampel.
Data hasil pemeriksaan air tanah tersebut kemudian diolah dan dipetakan berdasarkan lokasi pengambilan sampel sehingga didapatkan peta yang menampilkan persebaran kondisi kualitas air berdasarkan parameter pH, DHL, dan TDS. Melalui pemetaan tersebut, kondisi air tanah di berbagai wilayah Desa Karangdoro dapat divisualisasikan secara lebih mudah sehingga karakteristik masing-masing lokasi dapat diketahui berdasarkan data hasil pemeriksaan.
Karakteristik Air Tanah Desa Karangdoro
Program pemetaan ini digagas oleh Safira Mahardika Rahayu, mahasiswa Program Studi Teknik Geologi UGM, yang berperan dalam pelaksanaan pemetaan dan menjelaskan karakteristik kualitas air tanah berdasarkan parameter yang digunakan. Menurut Safira, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karakteristik air tanah di Desa Karangdoro cenderung sedikit asam, sementara nilai DHL dan TDS pada sebagian besar titik masih berada pada kisaran normal.
”Kalau dari hasil pemetaan sendiri, air tanah di Desa Karangdoro itu cenderung sedikit asam. Kemudian untuk DHL dan TDS di sebagian besar titik masih berada di kisaran normal, tetapi memang ada beberapa titik yang nilainya relatif lebih tinggi sehingga perlu menjadi perhatian dalam pemantauan kualitas air tanah,” jelas Safira Mahardika Rahayu.
Daya Hantar Listrik (DHL) menjadi salah satu parameter yang diperhatikan dalam pemetaan karena berkaitan dengan keberadaan ion atau mineral yang terlarut dalam air. Semakin banyak ion terlarut yang terdapat dalam air, semakin tinggi pula kemampuan air tersebut dalam menghantarkan listrik. Sementara itu, TDS digunakan untuk menggambarkan jumlah zat padat terlarut yang terdapat di dalam air.
Safira menjelaskan bahwa kandungan mineral terlarut menjadi salah satu hal yang dapat memberikan karakteristik tertentu pada air tanah. Keberadaan mineral tersebut dapat diketahui melalui parameter yang digunakan dalam pemeriksaan, termasuk DHL dan TDS.
”DHL itu berkaitan dengan ion-ion yang ada di dalam air. Jadi kalau nilai DHL-nya tinggi, berarti kandungan ion atau mineral terlarutnya juga lebih banyak. Air yang mineral terlarutnya lebih banyak juga akan memiliki daya hantar listrik yang lebih tinggi,” ujar Safira.
Temuan Lapangan di Dusun Sumberagung
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat variasi karakteristik kualitas air tanah pada sejumlah titik pengambilan sampel. Salah satunya berada di Dusun Sumberagung yang menunjukkan nilai daya hantar listrik relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa titik lainnya. Temuan tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan dalam pemantauan kondisi air tanah di wilayah Desa Karangdoro.
”Di Dusun Sumberagung sendiri ada 1 titik yang DHL-nya paling tinggi. Itu menunjukkan bahwa di sana kandungan ion atau mineral terlarutnya relatif lebih banyak dibandingkan beberapa titik lainnya. Jadi kondisi seperti ini penting untuk diketahui supaya kualitas air tanahnya bisa terus dipantau,” lanjut Safira.
Selain menghasilkan data pemeriksaan, hasil kegiatan juga divisualisasikan melalui peta kualitas air tanah. Visualisasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pemerintah desa dalam memahami kondisi sumber daya air tanah di wilayahnya. Peta yang dihasilkan juga dapat menjadi dokumentasi awal mengenai kondisi kualitas air tanah Desa Karangdoro yang dapat digunakan sebagai informasi pendukung dalam pemantauan lingkungan di masa mendatang.
Penerapan Keilmuan dan Apresiasi Pemerintah Desa
Program pemetaan kualitas air tanah ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan Teknik Geologi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Data lapangan yang diperoleh tidak hanya dikumpulkan sebagai hasil pengukuran, tetapi juga diolah menjadi informasi spasial yang lebih mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan oleh desa.
Dengan tersedianya peta kualitas air tanah, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi air tanah di lingkungan sekitar, sementara pemerintah desa memiliki data tambahan mengenai karakteristik sumber daya air di wilayah Desa Karangdoro. Keberadaan data tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemantauan kualitas air tanah secara berkelanjutan.
Sekretaris Desa Karangdoro, Bapak Sugeng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Sinari Tegalsari atas pelaksanaan program pemetaan kualitas air tanah di Desa Karangdoro. Menurutnya, peta yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi desa karena menyediakan informasi mengenai kondisi air tanah di wilayah Desa Karangdoro.
”Terima kasih kepada adik-adik tim KKN-PPM UGM 2026 Sinari Tegalsari yang sudah melakukan pemetaan kualitas air tanah di Desa Karangdoro. Tentunya peta ini akan sangat bermanfaat bagi Desa Karangdoro karena memberikan informasi mengenai kondisi air tanah yang ada di wilayah desa,” ungkap Bapak Sugeng.
Ia berharap hasil pemetaan tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh Desa Karangdoro sebagai salah satu sumber informasi mengenai kondisi lingkungan dan sumber daya air di wilayah desa.
”Kami berharap hasil dari pemetaan ini nantinya bisa terus dimanfaatkan oleh desa dan memberikan manfaat untuk masyarakat Desa Karangdoro,” lanjutnya.
Melalui program ini, Tim Sinari Tegalsari KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 berupaya menghadirkan kontribusi berbasis keilmuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Penerapan metode pemeriksaan dan pemetaan kualitas air tanah menjadi upaya untuk mengubah data kondisi lingkungan menjadi informasi yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta pemerintah desa.
Penulis: Khairina Afriasni, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
Sumber Foto & Data: Tim Unit KKN-PPM UGM Sinari Tegalsari Periode II Tahun 2026
