Di balik rimbunnya rumah kaca (greenhouse) yang berdiri di Dusun Bulakbanjar, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, tersimpan kisah panjang seorang warga lokal yang menyulap hobi menjadi bisnis anggrek beromzet menjanjikan sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi. Beliau adalah Wahyu Wibisono, pemilik Wibi Orchid Nursery dan dibantu oleh Abah Wahli Supriyadi, yaitu dua sosok di balik geliat usaha yang sudah menembus pasar nasional dan menarik perhatian pengunjung.
SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Bali Animal Welfare Association (BAWA) bersama Mahasiswa KKN-PPM UGM 2026 Mentari Kintamani menggelar program vaksinasi rabies, sterilisasi hewan, dan edukasi animal welfare di Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli sepanjang bulan Juli 2026. Program ini menyasar 5 banjar di Desa Batur Tengah. Rinciannya, kegiatan akan dimulai di Banjar Tanda Tribuana pada 3 Juli, dilanjut Banjar Bubung Kelambu 7 Juli, Banjar Batur Kota 15 Juli, Banjar Batur Tengah 17 Juli, dan ditutup di Banjar Talemba pada 22 Juli 2026.
Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Manapak Mamuju 2026 tengah menjalankan program pengabdian masyarakat di pesisir barat Pulau Sulawesi, tepatnya di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Memasuki pekan ketiga pelaksanaan KKN, para mahasiswa telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di dua lokasi pengabdian, yakni Desa Sumare dan Desa Tapandullu. Salah satu program unggulan yang tengah dijalankan adalah konservasi burung maleo.

Sampah dapur kini punya nilai guna tinggi di tangan warga Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Pada Senin (29/06/2026), ibu-ibu PKK dari Dasawisma Kesemek 1 antusias mengikuti workshop pembuatan pupuk organik dari limbah cangkang telur bersama tim KKN Serona Srono dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Suasana penuh kebersamaan mewarnai perayaan Grebeg Suro yang diselenggarakan di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Minggu (28/6). Tradisi tahunan yang berlangsung setiap 1–10 Suro dalam penanggalan Jawa ini dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur, sarana mempererat tali silaturahmi, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Bromo Bestari 2026 turut berpartisipasi dan membaur bersama masyarakat untuk mengikuti setiap prosesi yang berlangsung.
Mahasiswa KKN-PPM UGM yang tergabung dalam Kelompok KKN Manokwari Menari mulai merealisasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Manokwari. Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak.
Komitmen membangun desa melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat kembali diperkuat di Kabupaten Donggala. Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Ir. H. Rustam Efendi, S.Pd., S.H., M.AP., menghadiri rangkaian kunjungan Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UGM dan Universitas Tadulako (Untad) di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Selasa (07/07/2026).
Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyo Lestari menjadi salah satu pelaksana skema perhutanan sosial di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok ini mengelola hutan negara yang didominasi tegakan jati (Tectona grandis) seluas 29 hektar. Lahan di bawah tegakan hutan merupakan ruang tumbuh yang selama ini belum dimanfaatkan secara produktif oleh KTHKm Sedyo Lestari.

Sebanyak 28 mahasiswa diterjunkan ke wilayah Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dalam rangka pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026. Melalui program bertajuk Ekspedisi Togean, mereka membawa berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan wisata, transformasi digital, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Di balik hamparan hijau dan sejuknya kawasan Turi, Sleman, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang perlahan mengganggu wajah lingkungan dan kawasan wisata desa. Botol plastik yang berserakan di sekitar area publik tidak hanya mencemari pemandangan, tetapi juga menunjukkan masih perlunya penguatan budaya pengelolaan sampah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan. Jika dibiarkan, tumpukan sampah plastik dapat mengurangi kenyamanan pengunjung, merusak ekosistem sekitar embung, hingga mengancam keberlanjutan potensi wisata lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat. Berangkat dari keresahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) bersama pemuda desa Turi berupaya menghadirkan inovasi sederhana namun bermakna sebagai langkah awal membangun budaya wisata yang lebih bersih dan peduli lingkungan.
Mahasiswa KKN-PPM Unit Turi Berdikari bersama komunitas pemuda Desa Turi, Kelurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman berkolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat bertema pengolahan sampah melalui pembuatan ‘Dropbox” berbentuk ikan di kawasan Embung Widuri. Kegiatan yang dilaksanakan sejak (04/05) selama satu minggu ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus mendukung pengembangan wisata yang lebih bersih dan edukatif. Proses pembuatan dropbox dilakukan bersama pemuda desa secara gotong royong pada sore hingga malam hari di sekitar Embung Widuri.
Ketua Pemuda Desa Turi, Mas Keny, menyampaikan bahwa keberadaan dropbox berbentuk ikan ini diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana bagi pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan wisata. Menurutnya, konsep bentuk ikan dipilih agar lebih menarik perhatian masyarakat sekaligus menyatu dengan suasana kawasan embung. “Harapannya pengunjung jadi lebih sadar untuk membuang botol plastik pada tempatnya, sehingga kawasan Embung Widuri bisa tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.



