Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyo Lestari menjadi salah satu pelaksana skema perhutanan sosial di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok ini mengelola hutan negara yang didominasi tegakan jati (Tectona grandis) seluas 29 hektar. Lahan di bawah tegakan hutan merupakan ruang tumbuh yang selama ini belum dimanfaatkan secara produktif oleh KTHKm Sedyo Lestari.
Sebagian besar lahan bawah tegakan dibiarkan kosong atau hanya ditumbuhi vegetasi alami tanpa pengelolaan yang terarah. Di sisi lain, sistem agroforestri bawah tegakan mengintegrasikan tanaman pertanian atau lainnya di bawah naungan pohon kehutanan sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan tanpa mengurangi fungsi ekologis hutan.
Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si beserta tim. Kegiatan ini dilakukan dalam skema community development berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat dengan kolaborator internasional tahun 2026 yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM.
Dr. Russell Warman dari University of Tasmania Australia merupakan kolaborator yang bertindak sebagai narasumber dalam salah pelatihan yang diselenggarakan. Keberlanjutan dari kegiatan ini juga dilakukan penelitian yang melibatkan Dr. Russell Warman dan Dr. Silvi Nur Oktalina.
Dalam kegiatan ini diselenggarakan beberapa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan lahan dibawah tegakan hutan. Pelatihan pengelolaan hutan secara agroforestri mengawali kegiatan yang dilakukan dilanjutkan dengan pelatihan budidaya serai wangi dan empon-empon serta pembuatan demplot tanaman serai wangi dan kunyit.
Pelatihan selanjutnya, pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri dan produk-produk turunannya seperti sabun, pestisida alami dan pengharum ruangan. Adapun kunyit diolah untuk menjadi minuman sehat yang siap di pasarkan.
Dari kegiatan ini juga diberikan bantuan alat destilator dengan kapasitas 100 kg untuk digunakan KTHKm dalam pengolahan minyak serai dan mesin pencacah untuk memotong empon-empon serta penepung sehingga hasil panen kunyit tidak lagi dijual dalam bentuk segar. Hal ini untuk meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan dan lebih awet.
Dalam beberapa kesempatan Pak Sardi ketua KTHKm Sedyo Lestari menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM atas pendampingan dan bantuan alat yang telah diberikan.
Untuk menunjukkan komitmen yang kuat, Pak Sardi juga menyiapkan dana pendamping sebesar Rp5 juta untuk pembuatan rumah destilator serai wangi di luar tenaga kerja yang dilakukan secara gotong-royong oleh anggota KTHKm.
Diharapkan dari kegiatan ini Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) agroforestry dan empon-empon pada KTHKm ini akan semakin maju dan meningkatkan kesejahteraan bagi petani di sekitar hutan.
UGM berkomitmen melaksanakan Tri dharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan Indonesia (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia dan dikelola di bawah Program Equity WCU yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM.
Selain memberikan bantuan alat pengolahan serai wangi juga diberikan alat pencacah dan penepung empon-empon dengan harapan petani dapat menjual empon-empon dalam bentuk olahan sehingga dapat lebih awet dan mempunyai nilai jual lebih tinggi.
Tidak sekedar memberikan bantuan alat, UGM juga mendampingi KTHKm Sedyo Lestari untuk pengolahan lahan dibawah tegakan secara agroforestri dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan pembuatan demplot budidaya serai wangi serta empon-empon untuk meningkatkan kapasitas petani.
