
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo (8/1). Workshop ini berfokus pada pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik. Inisiatif ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari workshop ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui transformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan upaya kolaboratif dalam menangani masalah limbah ternak di Desa Karangrejo. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12, yang menekankan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Desa Karangrejo, Kelompok Tani Murakabi 1, Dr. Peni Setyowati dari Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama), Agus Mulyatmoko, alumni SMA 1 Purworejo (Muda Ganesha), serta narasumber Cahya Talitakum Driessen, S.T., dan Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., dosen Fakultas Peternakan UGM.
Nurul Fairuz, salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan solusi berkelanjutan. “Pengolahan limbah ternak ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan tujuan yang lebih luas untuk membangun kapasitas ekologis dalam masyarakat.
Workshop ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kelompok peternak, penyuluh pertanian, dan masyarakat setempat. Dukungan ini sangat penting untuk keberhasilan program, baik dari segi pelaksanaan maupun keberlanjutan. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan, yang sangat penting untuk mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan aktif mereka dalam setiap tahap workshop, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pengolahan pupuk. Umpan balik positif dari semua pihak yang terlibat menunjukkan efektivitas workshop dalam meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sudaryatno M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa menunjukkan kontribusi dalam mengimplementasikan dan mengaplikasikan pengetahuan akademik ke lapangan, dan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat,” ungkapnya.

Pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan, pertanian, dan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan praktik serupa demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi antara KKN-PPM UGM dan masyarakat Karangrejo menunjukkan bagaimana institusi akademik dapat berperan penting dalam mengatasi tantangan lokal sambil mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Mengubah limbah menjadi sumber daya yang berharga, inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada keseimbangan ekologis tetapi juga meningkatkan sumber daya ekonomi yang tersedia bagi masyarakat, membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.
Sumber Tulisan: Ayesha Danish, Editor: DnHalimah, Ainun, Sumber/Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Karangrejo, Loano, Purworejo, Jawa Tengah 2025