Tim Mahasiswa KKN PPM UGM mendokumentasikan warisan budaya sekaligus meluruskan pemahaman masyarakat mengenai makna dan nilai budaya Bayan. Penyusunan catatan bertajuk “Arsip Ingatan Bayan” ini diinisiasi oleh Muhammad Lodhi Firmansyah bersama Amanda Maika Marjano berdasarkan sejumlah referensi ilmiah yang relevan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, diskusi bersama masyarakat, serta hasil observasi lapangan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada memetakan potensi Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mengembangkan desa wisata berbasis agroedukasi. Desa Dawung memiliki lanskap agraris berupa hamparan sawah, aliran sungai, serta panorama Gunung Lawu yang menjadi bagian dari potensi alam setempat. Kekayaan tersebut juga didukung sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis edukasi. Melalui program KKN, mahasiswa berupaya mengidentifikasi dan mengemas berbagai potensi yang telah dimiliki desa agar dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter lokal.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Kecamatan Kemalang melaksanakan empat program unggulan di Desa Bumiharjo pada 20 Juni – 8 Agustus 2026. Program-program tersebut meliputi pembuatan humus bambu, penanaman Rumput Gama Umami, pembuatan website desa, serta pemasangan reflektor jalan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Bromo Bestari melaksanakan serangkaian program revitalisasi infrastruktur dan fasilitas pendukung di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, selama Juli 2026. Program yang dilaksanakan bersama pemerintah desa, perangkat dusun, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, serta masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, keselamatan, produktivitas pertanian, hingga mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata desa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melepas 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 yang telah menuntaskan pengabdian selama 43 hari di Pulau Medang, Kecamatan Labuhan Badas. Acara pelepasan berlangsung di Ruang Rapat H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (7/8/2026).

Kehadiran mahasiswa KKN mengabdi di daerahbukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, namun mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka dapatkan dari kampus. Bahkan kehadiran mahasiswa menjadi momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat dengan mengangkat potensi lokal hingga ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.

Pengukuran tinggi badan balita di Posyandu sering kali masih mengandalkan alat ukur manual yang membutuhkan ketelitian tinggi dari para kader. Kendala teknis ini terkadang menimbulkan kesalahan pengukuran sehingga dapat menghambat deteksi dini stunting di daerah pedesaan. Menanggapi tantangan tersebut, tim KKN-PPM UGM Merapah Sambirejo 2026 yang ada di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah menawarkan solusi melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mempermudah pemantauan tumbuh kembang anak. Alat telah diserahkan secara formal kepada Kepala Desa Dawung, Senin (10/8) lalu.

Sebuah layanan digital tidak banyak berarti jika tersedia tetapi tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) saat melihat kembali layanan surat digital yang telah tersedia di website Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Melalui program IN N OUT (Sistem Pembuatan Surat Pengantar Instan), Tim KKN-PPM UGM Srawung Samigaluh berupaya memperbaiki dan menyesuaikan kembali layanan tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh perangkat kalurahan dalam pelayanan administrasi sehari-hari.

Sebanyak 38 siswa SD Negeri Tegalsari mengikuti kegiatan pengenalan gamelan yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada pada 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda. Para siswa yang terdiri dari kelas IV, V, dan VI diajak untuk mengenal sekaligus mencoba memainkan gamelan secara langsung. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Tegalsari, tempat perangkat gamelan berada. Dari kegiatan tersebut, pengenalan gamelan kemudian berlanjut menjadi ekstrakurikuler karawitan di sekolah.



