Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Ketahanan UMKM dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi menunjukkan bahwa sektor ini mampu mempertahankan keberlangsungan usaha dan menopang aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan usaha, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola bisnis dan strategi pemasaran produk.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. dr. Rustamaji, M. Kes. selaku Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada pada saat memberikan sambutan pembukaan Workshop UMKM Class Series #35 di Kabupaten Klaten.
“UMKM memiliki daya tahan yang kuat dalam berbagai kondisi ekonomi. Akan tetapi, masih terdapat tantangan yang perlu diatasi bersama, terutama terkait tata kelola usaha dan pemasaran produk,” ujar Rustamaji.

Lebih lanjut, Rustamaji menjelaskan bahwa pada tahun 2026 DPkM UGM menyelenggarakan UMKM Class Series tidak hanya di lingkungan kampus, melainkan di empat lokasi berbeda, salah satunya di Kabupaten Klaten. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendekatkan perguruan tinggi dengan pelaku UMKM agar proses pendampingan dan transfer pengetahuan dapat berlangsung secara lebih efektif dan intensif.
“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi pelaku UMKM terhadap berbagai persoalan usaha, khususnya pada aspek produksi dan pemasaran,” tambahnya.

Workshop UMKM Class Series #35 diselenggarakan melalui kerja sama antara DPkM UGM dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klaten dan Koperasi Multi Pihak Kabupaten Klaten. Kolaborasi tersebut merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas usaha dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klaten, Aris Pramana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klaten terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di daerah.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena pelaku UMKM membutuhkan penguatan kapasitas, baik dari sisi pengetahuan maupun pengembangan wawasan usaha,” kata Aris.
Aris juga menjelaskan bahwa Kabupaten Klaten memiliki potensi UMKM yang besar dengan beragam jenis usaha yang terus berkembang. Namun demikian, permasalahan pemasaran masih menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan secara bersama melalui kolaborasi lintas sektor.
“Produk-produk UMKM Klaten telah mampu menembus pasar lokal, nasional, bahkan global. Meski demikian, penguatan strategi pemasaran dan pengembangan usaha tetap perlu dilakukan agar daya saing produk semakin meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Multi Pihak Kabupaten Klaten, Sriyono, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa koperasi yang dipimpinnya berfungsi sebagai wadah bagi anggota untuk membangun sistem pemasaran secara kolektif dan terintegrasi.
“Kendala utama yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah pemasaran produk yang belum optimal. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar pemasaran produk UMKM dapat dilakukan secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Workshop UMKM Class Series #35 menghadirkan materi yang disusun secara sistematis, meliputi pengemasan dan branding, penetapan harga pokok penjualan, manajemen sumber daya manusia, serta strategi pemasaran digital. Materi tersebut disampaikan secara runtut guna memberikan pemahaman praktis bagi peserta dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha mereka. Para narasumber yang dihadirkan dinilai memiliki kompetensi akademik dan pengalaman praktis yang relevan sehingga mampu menunjang efektivitas penyampaian materi.
Materi pertama bertajuk Pengemasan Menunjang Produk UMKM disampaikan oleh Endy Triyannanto dari Fakultas Peternakan UGM. Dalam paparannya, Endy menjelaskan pentingnya pengemasan sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah produk UMKM.
Ia memaparkan berbagai jenis dan bahan kemasan yang sesuai dengan standar produksi, teknik pengemasan yang baik, penggunaan peralatan pendukung pengemasan, hingga analisis kelebihan dan kekurangan setiap jenis kemasan. Selain itu, peserta juga diberikan contoh praktik pengemasan produk yang benar serta pemahaman mengenai risiko yang dapat timbul dalam proses pengemasan.
“Pengemasan bukan hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi identitas dan nilai jual produk di pasar,” jelas Endy.
Materi kedua membahas penetapan harga pokok penjualan yang disampaikan oleh Siti Muslihah dari Sekolah Vokasi UGM. Dalam pemaparannya, Siti menegaskan pentingnya pemahaman pelaku UMKM terhadap mekanisme penetapan harga produk secara tepat dan proporsional.
“Penetapan harga pokok penjualan yang tepat akan membantu UMKM memperoleh keuntungan secara proporsional dan menjaga keberlanjutan usaha,” ungkap Siti.
Ia menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu memahami cara mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis biaya yang timbul dalam proses produksi dan operasional usaha. Dengan perhitungan yang tepat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual produk secara lebih akurat dan kompetitif.
Materi ketiga mengenai manajemen sumber daya manusia disampaikan oleh Muhammad Genta Mahardika dari Sekolah Vokasi UGM. Dalam sesi tersebut, Genta menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang efektif sebagai faktor penunjang keberhasilan usaha UMKM.
Menurutnya, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam mendukung proses bisnis. Namun demikian, komitmen dan loyalitas tenaga kerja juga menjadi faktor utama yang dapat memperkuat keberlangsungan usaha.
“Pendekatan emosional dan keterbukaan dalam pengelolaan usaha menjadi bagian penting untuk membangun kolaborasi dan kepercayaan dalam lingkungan kerja UMKM,” ujar Genta.
Sementara itu, materi keempat mengenai strategi pemasaran disampaikan oleh Bryan Erfanda Putra. Dalam paparannya, Bryan menekankan bahwa strategi pemasaran yang tepat sasaran merupakan kunci keberhasilan penjualan produk UMKM.
Ia menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu memahami karakteristik produk yang dihasilkan sekaligus menentukan target pasar yang sesuai agar proses distribusi dan pemasaran dapat berjalan secara optimal. Selain itu, Bryan juga menyoroti pentingnya pembuatan konten digital sebagai sarana promosi di era teknologi informasi.
“Konten pemasaran dapat dibuat secara sederhana dengan biaya yang relatif minim, namun tetap efektif untuk mendukung promosi produk di era digital,” jelas Bryan.
Kegiatan workshop diawali dengan pelaksanaan pre-test dan diakhiri dengan post-test guna mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pembelajaran dan pengukuran efektivitas program pelatihan.

Pada penutupan kegiatan, Djoko Santosa selaku Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat DPkM UGM menegaskan bahwa DPkM UGM akan terus melakukan pendampingan terhadap peserta workshop agar materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Pendampingan tematik akan dilakukan pada masing-masing kelompok UMKM peserta sebagai upaya memastikan implementasi materi pelatihan berjalan secara optimal,” tegas Djoko.

Selain pendampingan, DPkM UGM juga akan menerapkan sistem self evaluation berbasis Key Performance Indicator (KPI) UMKM. Sistem tersebut digunakan untuk mengukur kinerja pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka secara berkala setiap enam bulan sekali.

Melalui sistem evaluasi tersebut, permasalahan yang dihadapi UMKM diharapkan dapat diidentifikasi secara lebih cepat dan akurat sehingga langkah pembinaan dan pendampingan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, naik kelas, dan memiliki daya saing yang lebih luas di tingkat nasional maupun global.
Penulis : Widodo dan Shiva Mutiara Insani