Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada (UGM) merespons permintaan komunitas UMKM yang tergabung dalam Koperasi Multipihak di Kabupaten Klaten untuk mendapatkan pendampingan dalam upaya meningkatkan kualitas usaha serta memperluas jangkauan pasar. Respons tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026.
Komunitas UMKM yang tergabung dalam koperasi tersebut memiliki empat pilar utama kegiatan, yaitu bidang perdagangan, pertanian, kerajinan, dan jasa. Koperasi Multipihak Klaten sendiri beranggotakan sekitar 600 pelaku usaha, yang merupakan bagian dari lebih dari 52.000 UMKM yang tersebar di Kabupaten Klaten.
Ketua Koperasi Multipihak Klaten, Samsul, menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi para anggotanya. Di antaranya adalah rendahnya literasi digital marketing serta keterbatasan jangkauan pasar. Ia berharap Universitas Gadjah Mada melalui DPKM dapat memberikan pendampingan yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, sehingga mereka dapat terpapar pengetahuan baru dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa para anggota koperasi sebenarnya telah aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran di wilayah Kabupaten Klaten. Produk yang dipamerkan bahkan kerap habis diserap oleh pengunjung. Namun demikian, kegiatan pameran tersebut belum direncanakan secara berkelanjutan, sehingga dampaknya terhadap peningkatan penjualan jangka panjang masih belum optimal.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si. mewakili Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM menyambut baik permintaan pendampingan dari Koperasi Multipihak Klaten. Ia menyampaikan bahwa DPKM UGM akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan pelatihan yang dirancang secara terstruktur dan sistematis, dengan tujuan mendorong UMKM anggota koperasi untuk “naik kelas”.
Rancangan pelatihan tersebut akan dibagi ke dalam dua skema, yaitu pelatihan dasar dan pelatihan tematik. Pelatihan dasar meliputi materi pengemasan dan branding, penetapan harga pokok produksi, manajemen sumber daya manusia, strategi pemasaran, serta pemanfaatan perangkat digital seperti smartphone. Sementara itu, pelatihan tematik akan disusun berdasarkan hasil kurasi peserta sesuai dengan klaster usaha, seperti kerajinan gerabah dan serat alam, sektor jasa, serta kuliner tradisional.
Pada akhir kegiatan koordinasi, DPKM UGM dan Koperasi Multipihak Klaten sepakat untuk segera merealisasikan program pelatihan tersebut pada bulan Mei 2026. Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Klaten dengan jumlah peserta sebanyak 50 pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi. Para narasumber akan berasal dari dosen-dosen UGM yang memiliki kompetensi sesuai dengan tema pelatihan.

Melalui sinergi ini, diharapkan program pendampingan yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Klaten.
Penulis: Widodo dan Ayyub Rizqulloh