Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, mahasiswa KKN-PPM UGM, tim Nirwana Nusa Penida melaksanakan kegiatan penanaman pohon di beberapa lokasi strategis di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, di tiga lokasi, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kebun Dharma milik Wahyu Yoga, dan Kebun Komunal milik Ketut Nusa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program di bidang kehutanan yang berfokus pada peningkatan tutupan vegetasi sekaligus mendorong penerapan pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kebun Komunal milik Ketut Nusa dikembangkan sebagai lahan pertanian terpadu yang mengintegrasikan tanaman pertanian, penanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS), serta pengolahan limbah organik melalui kegiatan komposting sebagai sumber pupuk alami. Sementara itu, Kebun Dharma milik Wahyu Yoga difungsikan sebagai demonstrasi plot (demplot) yang memadukan budidaya tanaman pertanian, penanaman MPTS, peternakan ayam dan bebek, serta pengelolaan pupuk organik secara mandiri.
Bibit pohon yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Bali, yang terdiri atas bibit nangka (Artocarpus heterophyllus) dan bibit beringin (Ficus benjamina). Pemilihan kedua jenis pohon tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya. Pohon nangka diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang melalui hasil buahnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan pohon beringin dipilih karena memiliki tajuk yang rimbun sehingga dapat berfungsi sebagai peneduh, penyerapan karbon, sekaligus membantu meningkatkan kualitas lingkungan lingkungan di sekitarnya,
Berita Utama DPkM
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Sebatik Festival 2026, Tim KKN-PPM UGM Unit Taka Sebatik berkolaborasi dengan Puskesmas Setabu menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini berlangsung di Gedung BPU Kantor Camat Sebatik Barat pada Sabtu (25/7/2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar sosialisasi literasi keuangan di Kantor Kalurahan Giripeni, Wates, Kulonprogo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Program Perumahan (KPP) agar terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama KKN-PPM UGM dan Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM menyelenggarakan workshop dan field trip bertajuk “Pengelolaan Sampah Kota: Workshop dan Field Trip 2026” di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Tema kegiatan ini adalah “Memberdayakan Masyarakat melalui Solusi Sampah Berkelanjutan.” Program ini mempertemukan mahasiswa KKN-PPM UGM dengan 22 mahasiswa internasional dari 17 negara untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik baik pengelolaan sampah di tingkat global.
Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menyelenggarakan Workshop Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM Tahun 2026 di Ruang Bulaksumur, Gadjah Mada University Club Hotel (23/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan para alumni UGM dan mitra dari perguruan tinggi lain sebelum melaksanakan pengabdian di kawasan transmigrasi Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Maluku Utara. Workshop dirancang untuk memperkuat kesiapan anggota tim pengabdi, baik dari aspek teknis, kesehatan, keselamatan kerja, manajemen risiko, maupun pemahaman terhadap kondisi sosial budaya di wilayah penempatan.
Langkah signifikan untuk meningkatkan kolaborasi internasional, 30 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Belu, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini merupakan bagian dari kemitraan lintas batas dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Dili Institute of Technology (DIT) di Timor Leste. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kemitraan internasional sekaligus memperluas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di wilayah perbatasan.
Sebanyak 25 mahasiswa asing yang berasal dari 17 negara, diantaranya China, Ethiopia, Filipina, Gambia, Indonesia, Kamboja, Kazakhstan, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Rwanda, Sudan, Tanzania, Vietnam, dan Yaman mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis masyarakat di Indonesia. Program ini merupakan tindak lanjut dari proses seleksi yang sangat kompetitif setelah menerima 408 pendaftar dari 42 negara.

Momentum penting dalam upaya sinergi pembangunan daerah tercipta di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin, 27 Juli 2026. Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan langsung ke tengah masyarakat dan menggelar dialog interaktif yang dipusatkan di Masjid Raudhatul Maujud. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mendengar langsung denyut nadi permasalahan warga sekaligus menyerap aspirasi dari mahasiswa yang tengah melakukan pengabdian.
Tepat di tanggal 20 Juni 2026 menjadi awal dari sebuah perjalanan yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi kami. Siang itu, tim kami, KKN-PPM UGM Kemalang menaiki bus yang telah terparkir di kawasan Kampus Universitas Gadjah Mada, Sleman. Di dalam bus, koper dan berbagai perlengkapan KKN memenuhi bagasi, sementara obrolan ringan, tawa, dan rasa penasaran mengiringi setiap kilometer perjalanan. Setelah berpamitan dengan kenyamanan rumah, kami meninggalkan hiruk pikuk kampus menuju sebuah desa di lereng Gunung Merapi yang akan menjadi rumah sekaligus ruang belajar selama hampir dua bulan ke depan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang inovatif dan terjangkau bagi para peternak di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Berpusat di Desa Banjarharja, tim KKN UGM melaksanakan program kerja pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar urin sapi. Uniknya, metode yang diaplikasikan dirancang sangat merakyat, yakni memanfaatkan limbah botol air mineral bekas.



