Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pertanian berkelanjutan di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Purworejo, dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini mendukung swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa (26/1). Program ini juga merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendorong tujuan keberlanjutan SDGs, khususnya SDG 12 yang berfokus pada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
KKN

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo (8/1). Workshop ini berfokus pada pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk cair NPK organik. Inisiatif ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam mengatasi permasalahan limbah kotoran ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan dari workshop ini tidak hanya untuk mengurangi pencemaran, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui transformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) secara resmi menerima kembali peserta Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 4 Tahun 2025 (18/2). Pelaksanaan KKN-PPM Periode 4 ini melibatkan mahasiswa dari 17 fakultas dan Sekolah Vokasi yang ada di UGM dengan 40 unit KKN-PPM yang tersebar di 10 provinsi. Inisiatif ini menjangkau 24 kabupaten/kota, 39 kecamatan, dan 80 desa/kelurahan, berhasil menuntaskan rangkaian pengabdian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan, Danramil 0801/05 Nawangan Kapten Inf Agus nuriadi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), melakukan penanaman 100 pohon bertempat di Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Selasa (27/1/2026).

Kekayaan alam yang dimiliki Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mendorong mahasiswa KKN UGM Sangalu Banggai untuk melakukan penelusuran potensi pariwisata yang masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Salah satu potensi tersebut adalah Air Terjun Sungai Mendono atau yang lebih dikenal warga setempat sebagai Air Terjun Molang.

Persebaran UMKM Desa Buluharjo menggambarkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkembang di berbagai wilayah desa, meliputi Dusun Dele, Banyuputih, Maron, Pait, dan Widoro. UMKM yang ada dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian desa. Keberagaman jenis usaha menunjukkan potensi lokal yang terus tumbuh dan berkontribusi terhadap kesejahteraan warga.

Kegiatan penataan lingkungan dan penambahan fasilitas Madrasah Ibtidaiyah Desa Turus yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN UGM diselenggarakan pada hari Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan dan sarana pendidikan di Desa Turus.

Dibalik hamparan lahan pertanian dan kebun teh di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, tersimpan potensi lokal tanaman bambu yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman yang tumbuh liar sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM Sapuran Berperan 2025, mahasiswa hadir untuk mengubah pandangan tersebut melalui berbagai program kerja inovatif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Optimalisasi Potensi Lokal dan SDM Produktif melalui Pengembangan Socio Enterprise Berbasis Bambu dan Pertanian Terintegrasi untuk Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan”.

Teodora Septina Sambarana, mahasiswi Program Studi Arkeologi UGM yang sedang melaksanakan KKN-PPM UGM di Desa Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengusulkan penerapan studi garbology guna mengungkap pola perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah. Pendekatan ini memandang limbah sebagai artefak kontemporer yang mencerminkan kebiasaan konsumsi secara akurat.
