Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode 2 Tahun 2025, berkolaborasi dengan Yayasan Ekologi Indonesia Provinsi Kepulauan Riau dan KAGAMA Bintan dalam kegiatan penanaman mangrove di Desa Berakit, Kabupaten Bintan.
SDGs 14: Ekosistem Lautan

Semangat cinta lingkungan bergema di bibir Pantai Parang Semar, Desa Buluagung, Siliragung, Banyuwangi, Jumat (11/07/2025). Kegiatan bersih-bersih pantai melibatkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) dan Organisasi Pencinta Alam SMK Models. Hal ini menjadi aksi nyata dalam program Buluagung Lestari. Lebih lanjut, program ini terinisiasi untuk meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan di masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang bertema “Hentikan Polusi Plastik,” Tim KKN-PPM UGM Tarakan berkolaborasi dengan PT Pertamina EP Tarakan Field dan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 bibit Mangrove dan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan pesisir sekitar Mako Lantamal XIII, Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan.

Pulau Bawean, yang terletak di tengah Laut Jawa, dikenal sebagai “Pulau Putri” dengan pesona alam yang masih alami, dengan pantai berpasir putih dan pegunungan yang hijau. Namun, di balik keelokan itu, wilayah pesisirnya menghadapi tantangan lingkungan yang kian kompleks. Abrasi pantai, degradasi lahan pesisir, hingga tekanan dari perubahan iklim global menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.
Hari Kamis dan Jumat (17-18 Oktober) ini, kegiatan kolaborasi antara RCE Yogyakarta Universitas Gadjah Mada, RCE Tongyeong Korea Selatan, dan Gyeongnam International Development Cooperation Center (GNIDCC) bertajuk “Indonesia Marine Debris Social Issue Resident Participation Awareness Improvement Capacity Building Project” kembali dilaksanakan di Desa Budel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan edukasi untuk masyarakat mengenai sampah laut ini melibatkan siswa dari SD Negeri Ngebung Beran, ibu-ibu PKK, serta para nelayan setempat. Tujuan utama dari edukasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak serius sampah laut bagi lingkungan, khususnya sampah plastik.
Hari ini, Senin (14/10), RCE Yogyakarta Universitas Gadjah Mada dan RCE Tongyeong bersama Gyeongnam International Development Cooperation Center dari Korea Selatan menggelar pelatihan bersama secara hybrid bertajuk “Indonesia Marine Debris Social Issue Resident Participation Awareness Improvement Capacity Building Project” di Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek peningkatan kesadaran partisipasi masyarakat terhadap isu sampah laut di Indonesia. Sebagaimana judulnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk melibatkan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka dalam mengatasi masalah sampah laut di Indonesia.
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada unit Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak menginisiasi program konservasi mangrove di pesisir Laut Jawa dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia di bawah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Cahyo Wulandari S.P., M.P. Salah satu kegiatan utama adalah penanaman seribu propagul mangrove di Dusun Tambak Seklenting, Desa Wedung, Kabupaten Demak (26/7).
Mahasiswa KKN-PPM UGM Inisiasi Kolaborasi Pelestarian Lingkungan Pesisir di Sambas, Kalimantan Barat
Mahasiswa KKN-PPM UGM Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat bekerja sama dengan Komando Rayon Militer (Koramil) 1208-08/Paloh, Kader Adiwiyata, Pramuka SMKN 1 Paloh, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tanjung Berembang mengadakan kegiatan penanaman bibit mangrove di Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (26/7), yang bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2024 unit Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara menyelenggarakan kegiatan penanaman pohon tabebuya di kawasan Pelabuhan Feri Gorua Tobelo. Kegiatan ini diselenggarakan guna menciptakan lingkungan yang sejuk dan lestari, sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan SDG 13 yaitu penanganan perubahan iklim. Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara mengajak berbagai pihak, seperti Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Penyeberangan Ferry Gorua, ASDA Pelabuhan Ferry Gorua, Koordinator Balai Pelabuhan Ferry Gorua, dan Universitas Halmahera dalam kegiatan ini. Aksi penghijauan ini dilaksanakan pada hari Jumat (5/7) sebagai tahap pertama program penghijauan pesisir di kawasan Pelabuhan Feri Gorua Tobelo.