Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Licin menghadirkan solusi sederhana untuk mendukung pengelolaan lingkungan di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, melalui program WASH-MAP (Water, Sanitation, and Hygiene Mapping). Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 dan 30 Juli 2026 tersebut mencakup pemasangan trash barrier atau pembatas sampah portabel serta pemantauan kualitas air sebagai upaya menjaga kebersihan aliran sungai dan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.
Program WASH-MAP dirancang untuk merespons persoalan sampah yang terbawa aliran sungai sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kondisi air dan sanitasi lingkungan. Pemasangan trash barrier dilakukan dengan menempatkan sistem pembatas pada titik yang berpotensi menjadi lokasi akumulasi sampah. Sampah yang tertahan kemudian dapat dikumpulkan dan diangkat sehingga tidak terus terbawa menuju bagian sungai lainnya.
Tahapan pemasangan diawali dengan pengamatan kondisi perairan dan pengujian lokasi untuk menentukan titik yang sesuai. Mahasiswa kemudian merakit kerangka pelampung, memasang jaring penahan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, hingga menempatkan unit pembatas pada aliran sungai. Desain yang portabel memungkinkan trash barrier dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Ahmad Ghiffari, mahasiswa KKN-PPM UGM 2026, menyampaikan bahwa WASH-MAP menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan sungai. “Melalui program WASH-MAP, kami ingin menghadirkan langkah sederhana yang dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai. Trash barrier ini diharapkan dapat menahan sampah yang terbawa arus sehingga tidak terus menyebar ke bagian sungai lainnya. Namun, keberhasilan menjaga kebersihan sungai tentu tetap membutuhkan keterlibatan dan kesadaran bersama dari masyarakat,” ungkapnya.
Pemantauan kualitas air menjadi bagian lain dari program WASH-MAP. Tim KKN-PPM UGM melakukan pengujian menggunakan alat uji 5-in-1 dengan mengamati parameter pH, Total Dissolved Solids (TDS), kekeruhan, daya hantar listrik (DHL), dan suhu. Sampel air diambil dari beberapa sumber, termasuk air sungai dan sumber air yang digunakan masyarakat, untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kualitas air di Desa Kluncing.
Informasi hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi sumber air sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya. Pemantauan sederhana juga menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian terhadap sumber daya air yang bersih dan lingkungan yang sehat.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Bersama pemuda setempat, Tim KKN-PPM UGM Unit Licin menyusun jadwal kebersihan secara terpadu untuk mendukung pemeliharaan kebersihan aliran sungai. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga agar trash barrier tetap berfungsi dan sampah yang terkumpul dapat segera ditangani.
Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam program WASH-MAP menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya membutuhkan sarana, tetapi juga partisipasi dan kebiasaan yang mendukung keberlanjutan. Upaya menjaga kebersihan sungai, mengurangi penyebaran sampah, serta memperhatikan kondisi sumber air menjadi bagian dari penguatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut, Tim KKN-PPM UGM Unit Licin berharap pemasangan trash barrier dan pemantauan kualitas air dapat menjadi langkah awal yang terus dikembangkan bersama masyarakat Desa Kluncing. Keberlanjutan program diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan aliran sungai, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin aktif menjaga sumber air dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Penulis/Editor: DnHalimah/Sabri
Sumber Tulisan/Foto: Ahmad Ghiffari, Tim KKN-PPM UGM Unit Licin