Sampah organik kerap kali berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, sedangkan limbah tersebut menyimpan potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna. Menyadari peluang ini, mahasiswa KKN-PPM UGM YO-073 melaksanakan program Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Biofertilizer yang menyasar Kelompok Tani Kompitu Hijau RW 03, Kelurahan Kotabaru, pada 25 Juli 2025 lalu.
SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Di tengah meningkatnya urgensi persoalan lingkungan di tingkat lokal, Tim KKN-PPM UGM “Semarak Tobadak” Periode 2 Tahun 2025 menghadirkan program unggulan bertajuk Pilah Sampah Petik Manfaat. Program ini merupakan implementasi dari misi kelompok KKN dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan edukatif.
Tim Kuliah Kerja Nyata — Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada yang ditempatkan di Karangpapak, Sukabumi, melaksanakan program “Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Lilin Berbasis Minyak Jelantah sebagai Produk Merchandise”, pada Sabtu (26/7). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Karangpapak dan dihadiri oleh ibu-ibu serta remaja setempat.

Delapan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam “Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Natarian 2025”, menggelar sosialisasi bertajuk “Zero Waste Pondok Pesantren”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH), Natar, Lampung Selatan, pada Senin (28/7).
Pulau Tokonanaka kembali menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata berbasis komunitas. Kali ini, melalui inisiatif dari tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), pulau kecil yang berada di Morowali Utara ini menjadi lokasi dari kegiatan Open Trip di Desa Tokonanaka, sebuah program pariwisata edukatif yang menghibur serta mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Unit Kalasan KKN PPM UGM Periode 2 Tahun 2025 melaksanakan program pengabdian wajib dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Purwomartani, Sleman dibawah naungan Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Endah Retnaningrum S.Si M.eng. Salah satu lokus kegiatannya adalah di Padukuhan Sorogenen II, di mana mahasiswa UGM mengusung tema besar “Pemberdayaan Masyarakat Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Guna Mendukung Desa Mandiri.” Tema ini diimplementasikan melalui serangkaian program kerja inovatif yang bertujuan untuk mengatasi tantangan lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.

Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Sosialisasi dan Kegiatan Interaktif Edukasi Urban and Youth Farming serta Pengurangan Limbah Plastik” di Joglo PAUD Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman. Acara ini diikuti lebih dari 25 anak usia 5 hingga 10 tahun dengan penuh antusiasme.
KKN-PPM UGM Hadirkan Solusi Sampah Kreatif lewat Alat Pilah Otomatis dan Biopori
Menjawab tantangan pengelolaan sampah yang kian mendesak, warga Dusun Ngrandu, bersama para mahasiswa KKN UGM, mengambil langkah proaktif. Melalui dua program kerja individu yang inovatif, mereka menunjukkan bagaimana teknologi modern dan kearifan berbasis alam dapat berjalan beriringan. Inisiatif dari para mahasiswa ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk masa depan.

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan oleh mahasiswa UGM setiap tahunnya. Kegiatan KKN PPM periode ini dimulai pada tanggal 20 Juni 2025 dan akan berlangsung hingga 8 Agustus 2025, dan saat ini terhitung 43 hari berkegiatan sejak upacara penerjunan. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas yang diterjunkan langsung ke masyarakat di berbagai daerah, salah satunya termasuk unit YO013 dengan salah sub-unit yang bertempat di dusun Sorogenen I, Purwomartani, kec. Kalasan, DI Yogyakarta.
Minyak jelantah seringkali berakhir di pembuangan, dianggap sebagai limbah dapur yang tak berguna. Namun, di tangan ibu-ibu Dusun Ngrandu, limbah ini berhasil disulap menjadi produk yang tidak hanya wangi, tetapi juga berpotensi mendatangkan pundi-pundi rupiah sembari mengisi waktu luang. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dibawakan oleh Nala Haniifah Arjanti dengan judul “Pelatihan Pembuatan Lilin Aroma terapi dari Minyak Jelantah bersama Ibu-Ibu Dusun Ngrandu.”

