Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada melaksanakan sosialisasi dan praktek pembuatan mineral block bagi peternak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Selain untuk meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya penambahan asupan mineral bagi ternak ruminansia, kegiatan ini dapat memberikan solusi praktis dan murah dalam pemenuhan kebutuhan mineral untuk hewan ternak.
Berita Utama DPkM
Inovatisi Mahasiswa KKN-PPM UGM 2025 Ciptakan Alamat ” Bungintimbe Watersafe” Untuk Deteksi Dini Banjir. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UGMProgram Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada tahun 2025 kembali menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Kali ini, sekelompok mahasiswa UGM menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama “Bungintimbe WaterSafe” dan telah dipasang di Desa Bungintimbe, Kabupaten Morowali Utara, pada Minggu, 3 Agustus 2025.
Pendidikan adalah kunci masa depan, tetapi akses terhadap informasi pendidikan masih menjadi tantangan tersendiri bagi banyak keluarga di wilayah pedesaan. Keterbatasan informasi, kurangnya pendampingan, serta anggapan bahwa pendidikan tinggi hanya untuk kalangan tertentu, membuat banyak anak di desa enggan melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi.
Di kaki Gunung Sindoro, terdapat suatu desa yang memiliki potensi melimpah baik dari segi potensi alam, wisata, SDM, hingga UMKM yang unik dan melimpah. Dapat dikatakan bahwa Desa Bansari menyimpan potensi ekonomi lokal yang luar biasa mulai dari UMKM kopi arabika dari petani muda, kotak embutan hingga miniatur alat rajang tembakau yang unik, topeng tradisional hasil buatan tangan, kerajinan kulit, hingga percetakan sablon yang modern. Namun di balik kekayaan produk itu, ada satu persoalan klasik yang kami temukan sebagai mahasiswa KKN UGM yang sedang mengabdi di Desa Bansari. Permasalahan tersebut tidak jauh dari UMKM lokal yang belum memiliki identitas yang kuat dalam menembus pasar digital.
Sampah masih menjadi permasalahan lingkungan yang cukup serius di Padukuhan Somorai. Kurangnya kesadaran memilah sampah dan keterbatasan sistem pengelolaan yang terstruktur membuat sebagian besar sampah rumah tangga berakhir begitu saja tanpa dipilah atau dimanfaatkan kembali.

Desa Jati, Kecamatan Sawangan, merupakan salah satu wilayah pedesaan di lereng Merbabu yang masyarakatnya masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Aktivitas bertani bukan hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas dan identitas sosial masyarakat desa. Namun ternyata masih banyak akses lahan pertanian yang curam dan berbukit kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Melihat kondisi ini, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada 2025 menghadirkan solusi sederhana namun fungsional yaitu katrol angkut hasil panen.
Sebagai salah satu cara dalam melestarikan lingkungan, tim KKN PPM UGM Sinergi Banjaran berupaya menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan melalui program kerja Sekolah Peduli Hutan. Program ini dilaksanakan di empat sekolah dasar di Desa Banjaran Wetan dan Desa Ciapus. Keempat sekolah dasar itu meliputi SDN Sirahranca 1 dan SDN Kiara Payung 2 yang terletak di Desa Banjaran Wetan, serta SDN Ciapus 1 dan SDN Pangauban yang terletak di Desa Ciapus.

KKN-PPM UGM Unit 2025-SR007 Desa Karampuang Kecamatan Mamuju melaksanakan program kerja dengan menyelenggarakan Festival Budaya 2025 di Plaza Karampuang, Dusun Ujung Bulo Wisata. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 2-3 Agustus 2025 dengan rangkaian lomba-lomba tradisional, seperti lomba dayung, tarik tambang, dan tari tradisional. Selain rangkaian lomba, ada juga penanaman 500 pohon bakau, pengibaran bendera bawah laut, dan lapak UMKM lokal.
Desa Karangwotan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah lama mengalami krisis air bersih akibat kondisi wilayah batu kapur. Kondisi ini semakin diperparah karena area resapan hutan yang semakin berkurang. Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Universitas Gadjah Mada menginisiasi peningkatan akses air bersih warga Desa Karangwotan melalui program unggulan “Filtrasi Air Kapur untuk Kehidupan Sehari-hari” untuk mengubah air kapur menjadi air bersih layak konsumsi bagi warga.






