Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Waisai berkolaborasi dengan Puskesmas Waisai dan Yonif TP 863 menyelenggarakan bakti sosial kesehatan di Perumahan 300 Bonkawir, Distrik Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya (13/7). Kegiatan ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lebih dari 50 warga sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Layanan yang diberikan mencakup skrining penyakit menular dan penyakit tidak menular. Pemeriksaan penyakit menular meliputi tuberkulosis, sifilis, dan HIV, sedangkan skrining penyakit tidak menular mencakup hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan asam urat. Warga juga memperoleh konsultasi medis, pelayanan kefarmasian, serta edukasi kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing.
Salah seorang warga peserta kegiatan mengapresiasi layanan kesehatan yang hadir langsung di lingkungan tempat tinggalnya. “Kami merasa terbantu dengan adanya bakti sosial ini karena pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan transportasi, kegiatan seperti ini sangat berarti dan semoga dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.
Pelaksanaan bakti sosial melibatkan pembagian peran sesuai dengan kapasitas masing-masing mitra. Yonif TP 863 mendukung penyediaan sarana dan prasarana, peralatan, bahan, serta tenda pelayanan. Sementara itu, Puskesmas Waisai menghadirkan tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, ahli gizi, tenaga kefarmasian, dokter gigi, dan perawat untuk mendukung pemeriksaan serta pelayanan kepada warga.
Mahasiswa KKN-PPM UGM turut berkontribusi melalui layanan sesuai bidang keilmuan. Jimmy Octavianus dan Shabrina Farras dari Profesi Dokter menangani konsultasi kesehatan dan perawatan luka. Felicitas Agriffina dari Kedokteran Gigi memberikan pelayanan kesehatan gigi, sedangkan Velysia Irgi dari Ilmu Keperawatan mendukung pemeriksaan penyakit tidak menular. Faqih Fikri Nuryanto dari Farmasi bertugas menyiapkan dan menyerahkan obat sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat.

Kolaborasi lintas profesi tersebut mempertemukan keahlian mahasiswa, tenaga kesehatan, dan dukungan institusi dalam satu rangkaian pelayanan. Sinergi ini memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan dalam satu lokasi, sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan unsur lainnya dalam menjawab kebutuhan warga.
Melalui kegiatan bakti sosial kesehatan ini, Tim KKN-PPM UGM Unit Waisai bersama Puskesmas Waisai dan Yonif TP 863 berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dan memahami pentingnya pemeriksaan secara berkala. Kerja sama lintas sektor yang dibangun diharapkan dapat terus berkembang untuk mendukung pencegahan penyakit, meningkatkan kualitas hidup, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkelanjutan bagi masyarakat Raja Ampat.
Penulis/Editor: DnHalimah,Sabri/Halimah
Sumber/Foto: Muhammad Fawzaan, Tim KKN-PPM UGM Unit Waisai Periode 2 Tahun 2026