Danau Sigending di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendapat sentuhan baru melalui kolaborasi mahasiswa dan masyarakat. KKN-PPM UGM Unit Biduk-Biduk melakukan revitalisasi ringan kawasan ekowisata tersebut melalui aksi bersih lingkungan, penyediaan tong sampah, pemasangan plang destinasi, serta Peta Wisata Kampung Teluk Sulaiman pada 3 dan 6 Agustus 2026.
Program tersebut melibatkan masyarakat setempat, Forum Peduli Lingkungan Kampung Teluk Sulaiman (FORLIKA), serta jajaran pengurus Kampung Teluk Sulaiman. Kolaborasi diarahkan untuk menjaga kebersihan kawasan, memperkuat informasi wisata, sekaligus meningkatkan visibilitas Danau Sigending sebagai salah satu destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan.
Rangkaian kegiatan diawali melalui aksi “Bersih Danau Sigending” pada 3 Agustus 2026. Mahasiswa bersama masyarakat membersihkan kawasan sekitar danau dari sampah plastik dan residu nonorganik. Sejumlah tong sampah kemudian ditempatkan pada titik-titik strategis untuk mendukung kebiasaan menjaga kebersihan kawasan wisata.
Perwakilan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Biduk-Biduk, Krisna Wahyu, menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan destinasi.
“Kegiatan pembersihan dan penyediaan tong sampah ini merupakan intervensi fisik yang kami harap dapat menstimulasi kesadaran bersama. Dengan adanya program kerja ini, kami berharap wisatawan dan warga agar lebih sadar dalam menjaga kebersihan dan merawat destinasi, sehingga keasrian Danau Sigending dapat terus dinikmati,” ujarnya.
Tahap berikutnya berlangsung pada 6 Agustus 2026 dengan penguatan sarana informasi wisata. Letak Danau Sigending yang agak menjorok ke dalam kawasan hutan membuat keberadaan destinasi tersebut kurang terlihat dari akses utama. Mahasiswa bersama warga kemudian memasang plang bertuliskan “Danau Sigending” sebagai penanda destinasi.
Peta Wisata Kampung Teluk Sulaiman turut dipasang pada kesempatan yang sama. Lokasi Danau Sigending dipilih karena berada di jalur utama perlintasan wisatawan dari Kampung Teluk Sulaiman menuju Kampung Teluk Sumbang. Kehadiran peta tersebut diharapkan membantu wisatawan mengenali berbagai destinasi yang tersedia di Teluk Sulaiman sekaligus membuka peluang kunjungan ke lokasi wisata lainnya.

Perwakilan FORLIKA, Very Dewi M., mengapresiasi kehadiran plang dan peta wisata tersebut sebagai bagian dari penguatan informasi sekaligus identitas destinasi.
“Kehadiran plang dan peta wisata ini sangat membantu kami dalam mengemas destinasi. Tidak hanya sebagai dekorasi semata, sarana ini memberikan panduan visual yang jelas bagi para wisatawan yang berkunjung ke lokasi yang sebelumnya sulit terlihat ini, sekaligus mempertegas identitas Teluk Sulaiman sebagai desa wisata,” jelasnya.
Revitalisasi ringan Danau Sigending memperlihatkan bahwa pengelolaan destinasi dapat dimulai melalui langkah sederhana yang menjawab kebutuhan di lapangan. Kebersihan kawasan, ketersediaan fasilitas pendukung, dan informasi wisata menjadi bagian yang saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman kunjungan yang lebih nyaman.
Keterlibatan mahasiswa, warga, kelompok peduli lingkungan, dan pengurus kampung juga memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga potensi wisata lokal. Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk turut memiliki dan merawat destinasi yang berada di lingkungannya.

Pengelolaan Danau Sigending juga tidak hanya berkaitan dengan peningkatan daya tarik wisata. Kebersihan lingkungan dan keberadaan ekosistem alami menjadi bagian penting yang perlu dijaga agar pengembangan destinasi tetap berjalan selaras dengan kelestarian kawasan.
Keberlanjutan program selanjutnya membutuhkan perawatan fasilitas dan kawasan secara bersama-sama. Konsistensi tersebut diharapkan dapat membuat Danau Sigending semakin mudah dikenali, nyaman dikunjungi, serta berkembang sebagai bagian dari ekosistem wisata Kampung Teluk Sulaiman.
KKN-PPM UGM Unit Biduk-Biduk turut mendorong pengelolaan potensi lokal yang bertumpu pada kepedulian lingkungan, keterlibatan masyarakat, dan akses informasi yang lebih baik. Danau Sigending pun memiliki ruang untuk tumbuh sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga dirawat bersama oleh masyarakat yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Penulis/Editor: DnHalimah/Sabri
Sumber Tulisan/Foto: Krisna Wahyu S. dan Tafwid Mahabbah, Tim KKN-PPM UGM Unit Biduk-Biduk