Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kisah Sekotong melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat berbasis agrokompleks di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Program tersebut mencakup penguatan sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan dengan melibatkan pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta kelompok ternak.
Rangkaian program dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Pelangan. Mahasiswa KKN-PPM UGM tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat melakukan praktik secara langsung agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri. Pendekatan berbasis praktik tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
Mahasiswa memperkenalkan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di sektor pertanian, dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bahan lokal tersebut menjadi alternatif untuk mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi mengenai praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Selain pelatihan POC, mahasiswa memberikan pendampingan administrasi kepada Kelompok Tani Sekar Wangi. Pendampingan dilakukan untuk membantu kelompok menyusun pencatatan dan administrasi secara lebih terstruktur sehingga dapat mendukung tata kelola organisasi, perencanaan kegiatan, serta keberlanjutan kelompok tani.
Pada aspek lingkungan, mahasiswa KKN-PPM UGM menginisiasi pembuatan lubang resapan biopori di sejumlah titik strategis. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan daya resap air, membantu mengurangi potensi genangan, serta mendukung pengelolaan sampah organik. Masyarakat juga diajak menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bentuk pemanfaatan lahan sekaligus edukasi mengenai lingkungan dan pemanfaatan tanaman untuk kebutuhan rumah tangga.
Sektor peternakan, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Kelompok Ternak Mandiri Jaya melaksanakan sejumlah kegiatan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak. Kegiatan tersebut meliputi pemberian obat cacing, injeksi vitamin, serta pembuatan mineral blok sebagai sumber mineral tambahan bagi ternak ruminansia. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu peternak meningkatkan pemeliharaan dan produktivitas ternak dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan silase dari limbah jerami jagung sebagai alternatif pakan ternak yang dapat disimpan dalam jangka waktu lebih panjang. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus membantu peternak menjaga ketersediaan pakan, terutama ketika pasokan hijauan mengalami keterbatasan.
Abdul Gafur, Penyuluh Pertanian Wilayah Sekotong, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM UGM. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik bersama masyarakat sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan oleh petani.
Hal senada disampaikan Agus Wira, perwakilan Kelompok Tani Sekar Wangi. Ia menyampaikan bahwa pendampingan administrasi yang dilakukan mahasiswa membantu kelompok memahami pentingnya pencatatan dan pengelolaan administrasi yang lebih teratur untuk mendukung kegiatan organisasi.
Melalui rangkaian program tersebut, KKN-PPM UGM berupaya memperkuat kapasitas masyarakat Desa Pelangan dengan mengoptimalkan potensi lokal di bidang pertanian, peternakan, dan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan kelompok ternak menjadi bagian penting untuk memastikan program pemberdayaan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Program pemberdayaan agrokompleks di Desa Pelangan menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN-PPM UGM dalam mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi wilayah. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, mengoptimalkan sumber daya lokal, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Sumber Tulisan: Raizal Marandi
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Kisah Sekotong, Lombok Barat, NTB