
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Unit Windusari menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program sapi perah dan manajemen pakan bagi warga Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang pada (15/1). Bertempat di Balai Desa Ngemplak, kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang guna mengenalkan Program Sapi Perah dan manajemen pakan ternak sehingga dapat meningkatkan kualitas produktivitas susu sapi perah. Optimalisasi manajemen pakan dalam program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian SDG 2 (tanpa kelaparan) dan SDG 8 (pertumbuhan ekonomi).
Narasumber utama kegiatan ini, Prasetyo Nugroho selaku Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Magelang, menyampaikan bahwa program sapi perah akan mendatangkan sapi perah impor dari Australia yang memiliki kualitas genetik lebih unggul dan potensi produksi susu lebih tinggi dibandingkan sapi perah lokal. “Sapi lokal paling baik menghasilkan 18 liter susu per hari, sapi impor paling tidak 25 liter per hari,” jelasnya. Program ini diharapkan dapat berkontribusi untuk menjamin ketersediaan susu berkualitas sebagai sumber gizi masyarakat serta mendukung peningkatan taraf hidup dan pendapatan peternak di Desa Ngemplak.
Manajemen pakan sapi perah dan prospek modernisasi peternakan melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) pun dipaparkan oleh Prasetyo Nugroho. Pemberian pakan dengan komposisi nutrisi seimbang dan berkualitas tinggi mampu menentukan volume produksi serta kadar lemak dan protein pada susu yang dihasilkan sapi perah. Integrasi teknologi AI melalui sensor pemantau aktivitas yang semakin berkembang memungkinkan peternak mendeteksi masa birahi sapi secara akurat dan tepat waktu, alhasil meningkatkan keberhasilan reproduksi serta efisiensi manajemen pengembangbiakan ternak. Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya tersebut diharapkan bisa menjamin peningkatan kualitas nutrisi hasil ternak yang lebih kompetitif di pasaran.
Narasumber berikutnya dalam kegiatan ini, Windiyanto dari MyTernak Indonesia. Ia menambahkan lebih lanjut tentang manajemen pakan ternak yaitu pemberian hijauan untuk sapi perah. “Dicacah dengan potongan 5-10 cm, kemudian hijauan harus dilayukan. Jadi kalau ngaritnya pagi nanti diberikan sore begitupun sebaliknya. Kalau hijauan langsung diberikan dan ternak tidak terbiasa nanti kembung, hitungan jam nanti mati Pak.” ungkapnya.

Sosialisasi program sapi perah dan pakan ternak memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya manajemen pakan berkualitas dan inovasi teknologi AI bagi masyarakat lokal. Program ini diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, akan tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi peternak. Melalui kolaborasi aktif Tim KKN-PPM UGM dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Endy Triyannanto , S. Pt., M. Eng., IPM., ASEAN Eng. beserta akademisi, perangkat desa, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, serta MyTernak Indonesia, langkah nyata ini mendukung tercapainya SDG 17 yakni menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, kemandirian pangan dan kesejahteraan peternak bukan lagi sekedar harapan, melainkan target yang mampu diwujudkan bersama.
Sumber Tulisan: Madafa Tirta, Editor:DnHalimah&Ainun, Sumber/Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah 2025