
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Unit Sangalu Banggai menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pertanian Terpadu (SLPT) di Ruang Serbaguna dan Area Terbuka SMP Negeri 1 Kintom, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (15/1). Kegiatan ini merupakan implementasi Program P3 (Profil Pelajar Pancasila) melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung bersama siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dan praktik penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), pengenalan Smart Farming, serta pemilihan Duta Tani Kecil Berdaya.
Program SLPT merupakan hasil kolaborasi program kerja mahasiswa KKN-PPM UGM, di antaranya Fathur Rachman (Duta Tani Kecil), Aqilariq Al-Ghifari (Pengenalan Smart Farming), Muhamad ‘Ars Gagah Prakoso (Praktik Prototipe Smart Farming), Shalma Putri Adistin (Pengenalan TOGA), dan Najwa Farida Amalia (Praktik Penanaman TOGA). Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari empat desa yakni, Tangkiang, Uling, Dimpalon dan Kelurahan Mendono, dan diikuti oleh 70 siswa kelas VII hingga IX SMP Negeri 1 Kintom.
Program SLPT dilatarbelakangi oleh besarnya potensi sektor pertanian dan perkebunan di Kecamatan Kintom yang belum sepenuhnya diminati oleh generasi muda. Program ini dirancang untuk menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian melalui pembelajaran kontekstual dan praktik budidaya TOGA secara langsung. Selain itu, siswa diharapkan mampu mengadopsi pengetahuan tersebut di lingkungan rumah dan sekitarnya sebagai upaya mendukung ketahanan pangan serta mendorong sektor pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.

Fathur Rachman salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM menyampaikan bahwa program SLPT ini diharapkan memberikan manfaat nyata serta kesan positif bagi siswa SMP Negeri 1 Kintom. “Program ini kami rancang agar mampu menumbuhkan semangat belajar dan ketertarikan siswa terhadap pertanian, sehingga ke depan Sekolah Lapang Pertanian Terpadu dapat dikembangkan lebih luas di lingkungan sekolah,” ujarnya. Senda dengan hal itu Kepala SMP Negeri 1 Kintom, Rahman Adama, menilai program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya tanaman obat dan pemanfaatan teknologi pertanian. “Kami sangat terkesan karena program ini membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang efisiensi dan produktivitas pertanian melalui teknologi,” tuturnya dalam wawancara, Minggu (8/2).
Selain kegiatan di bidang pertanian, mahasiswa KKN-PPM UGM Sangalu Banggai juga menyelenggarakan aktivitas edukatif terkait psikologi remaja melalui program psychological first aid. Kegiatan ini membekali siswa dengan pemahaman mengenai emosi dasar, kesehatan mental, serta keterampilan menjadi teman curhat yang baik. Program tersebut dilaksanakan oleh Aurelite Briyani dan Yuli Yanti, mahasiswa Fakultas Psikologi UGM.

Program kerja lainnya yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kintom meliputi berbagai kegiatan di bidang agroforestri, seperti pembuatan herbarium kering, sosialisasi ketahanan pangan dan lahan, edukasi selidik cepat tanah, edukasi kelayakan tanah, serta pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan siswa secara aktif, sehingga memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. Melalui rangkaian program ini, siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis terkait lingkungan, pertanian, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Sumber Tulisan: Dimas Purnomo Aji Saputro&Farah ‘Azmi Tsania, Editor: DnHalimah&Ainun, Sumber/Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Sangalu Banggai 2025