
Desa Wisata Golo Loni di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil meraih prestasi luar biasa dengan mendapatkan Juara 3 dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 Kategori I yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Pengumuman resmi disampaikan melalui akun Instagram Lomba Desa Wisata Nusantara pada Rabu, 19 November. Prestasi ini menarik perhatian nasional, terutama mengingat ajang tersebut diikuti oleh ratusan desa dari berbagai kategori, mulai dari sangat tertinggal hingga berkembang.
Keberhasilan Golo Loni tidak terlepas dari kolaborasi strategis antara Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tunas Harapan. Selama pelaksanaan KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2025, unit Rana Mese fokus pada penguatan manajemen pariwisata dan perbaikan sistem pengelolaan desa wisata. Upaya mereka mencakup penataan tata kelola destinasi, pelatihan manajemen homestay, penyusunan materi promosi, pengembangan website desa wisata, dan pembuatan maskot sebagai identitas visual pariwisata Golo Loni.
Desa Wisata Golo Loni memiliki daya tarik wisata alami dan budaya yang kuat, termasuk Danau Rana Mese yang dikenal sebagai “cermin dunia,” Flying Fox terpanjang di Pulau Flores, Air Terjun Golo Loni, kolam pancing, Kampung Adat Mbaru Gendang, mata air keramat, dan Bambu Garden. Penguatan pariwisata juga membuka ruang revitalisasi tradisi, termasuk ritual Penti dan Tarian Caci sebagai atraksi budaya.
Komitmen kolaboratif antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan Golo Loni dalam kompetisi nasional ini. Selain Pokdarwis dan Tim KKN-PPM UGM, dukungan juga datang dari Pemerintah Desa, BUMDes, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, hingga jaringan kemitraan lainnya. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kontribusi Desa Golo Loni terhadap SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi), SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan capaian ini, Desa Wisata Golo Loni kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata baru di Pulau Flores yang menawarkan perpaduan keunikan alam, budaya, dan pengalaman wisata berbasis komunitas. Desa menargetkan peningkatan peringkat ke Juara 1 tahun depan melalui penguatan keberlanjutan pada sistem manajemen pariwisata dan kerja sama lintas sektor.
Perjalanan Golo Loni adalah bukti potensi negara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata. Dengan menyediakan akses terjangkau ke sumber daya alam dan budaya, Golo Loni menjadi contoh bagi desa-desa lain di konteks serupa. Kemampuan komunitas lokal untuk beradaptasi dan memanfaatkan pariwisata sebagai sarana pembangunan sangatlah patut dicontoh.
Lebih jauh lagi, inisiatif pembangunan kapasitas yang dilakukan selama program KKN-PPM UGM telah membekali masyarakat lokal dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola sumber daya pariwisata mereka secara efektif. Pemberdayaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat pariwisata dapat didistribusikan secara adil di antara anggota komunitas.
Seiring Golo Loni terus mengembangkan sektor pariwisatanya, penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Komitmen desa untuk melestarikan warisan budayanya sambil mempromosikan pariwisata akan menjadi vital dalam menarik lebih banyak pengunjung di masa depan.
Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara KKN-PPM UGM Rana Mese dan Pokdarwis Tunas Harapan tidak hanya membawa pengakuan bagi Golo Loni tetapi juga membuka jalan bagi model pariwisata berkelanjutan yang dapat menginspirasi wilayah lainnya. Keberhasilan Golo Loni menjadi pengingat bahwa dengan kemitraan yang tepat dan keterlibatan komunitas, adalah mungkin untuk mencapai tonggak penting dalam upaya pembangunan berkelanjutan.
Sumber Tulisan: Yohanes Mario Putra Bagus
Editor: DnHalimah/Ainun/Tim Humas DPkM, Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Rana Mese 2025