Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • UGM Laksanakan Monev KKN-PPM di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika, Papua

UGM Laksanakan Monev KKN-PPM di Kampung Atuka, Kabupaten Mimika, Papua

  • Berita Utama DPkM, KKN, Pemberdayaan Masyarakat, SDGs 11 :Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education), SDGs 6 : Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau, slide
  • 28 Juli 2025, 07.19
  • Oleh: jokow
  • 0

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua, pada tanggal 24-25 Juli 2025. 

Kegiatan ini spesial karena merupakan momen pertama kalinya UGM menyelenggarakan KKN-PPM di wilayah Kabupaten Mimika, Papua. Sebanyak 25 mahasiswa diterjunkan ke Kampung Atuka untuk menjalankan program pengabdian masyarakat lintas bidang keilmuan selama kurang lebih 50 hari. 

 

Kampung Atuka sendiri merupakan wilayah pesisir yang hanya dapat diakses dengan menyusuri sungai selama kurang lebih dua jam dari Pelabuhan Pomako. Untuk sampai ke Pelabuhan Pomako, perjalanan darat ditempuh selama sekitar satu setengah jam dari Bandara Mosez Kilangin, Kota Timika.  

Dalam kegiatan monev tersebut, tim dari DPkM UGM yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat KKN, Prof. Ir. Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., turut berdialog dengan masyarakat, perangkat kampung, serta para guru di SMP Negeri Atuka. Diskusi berlangsung hangat dan membahas berbagai capaian serta tantangan pelaksanaan program KKN-PPM yang dilaksanakan oleh mahasiswa UGM unit PT002 di Kampung Atika. 

 

Prof. Nanung menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN-PPM di Mimika ini merupakan langkah awal yang strategis untuk memperluas jangkauan pengabdian UGM. “Ini adalah pertama kalinya UGM menerjunkan mahasiswa KKN-PPM di Kabupaten Mimika, Papua. Mahasiswa UGM di Atuka menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa, meski menghadapi berbagai tantangan dan keterbatasan fasilitas. Kami berharap kehadiran mahasiswa UGM dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Atuka,” jelasnya. 

Mahasiswa KKN-PPM UGM unit PT002 di Kampung Atuka menjalankan sejumlah program prioritas yang menyesuaikan dengan kebutuhan lokal masyarakat. Program-program tersebut mencakup pemasangan instalasi penampungan air hujan dan penyediaan panel surya sebagai alternatif sumber listrik. Kedua hal tersebut menjadi krusial mengingat keterbatasan infrastruktur dasar di wilayah ini. Akses listrik di Kampung Atuka hanya tersedia selama enam jam setiap harinya, yakni dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIT, sementara masyarakat sangat bergantung pada air hujan untuk kebutuhan sehari-hari karena keterbatasan air bersih.  

Tantangan lain yang turut menjadi perhatian mahasiswa KKN-PPM UGM adalah rendahnya tingkat keberlanjutan pendidikan di Kampung Atuka. Meski tersedia sekolah dasar dan menengah pertama, siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang menengah atas, harus pergi dan tinggal di pusat Kabupaten Mimika karena tidak ada SMA di Kampung Atuka. Kondisi ini turut berkontribusi pada rendahnya angka partisipasi pendidikan lanjutan. 

Salah satu bapak guru SMP Negeri Atuka, Siswa, S.Pd., menyampaikan bahwa dari sekitar 50 siswa SMP, hanya sekitar 15 orang yang melanjutkan ke tingkat SMA, sementara sisanya memilih untuk tidak melanjutkan karena minimnya dorongan dan dukungan dari orang tua. “Kesadaran akan pentingnya pendidikan masih minim di Atuka. Sebagian besar orang tua lebih memilih mengajak anak-anak mereka untuk membantu mencari kepiting atau berburu guna memenuhi kebutuhan sehari-hari daripada melanjutkan sekolah.”, ungkapnya. 

Dalam banyak kasus, pendidikan formal dianggap kurang relevan dengan kehidupan masyarakat Atuka. Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM turut melaksanakan program penguatan literasi bagi anak-anak sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar mereka dalam membaca dan menulis. Selain itu, pendampingan edukatif di bidang kesehatan dan gizi keluarga juga dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat yang berkelanjutan. 

Program-program yang dijalankan mahasiswa KKN-PPM UGM di Kampung Atuka dirancang untuk turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan. Beberapa goals yang dituju antara lain Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), dan Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).  

Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Baka, S.STP., menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap program KKN-PPM UGM di Kampung Atuka. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjembatani masyarakat dengan akses pengetahuan dan keterampilan baru. “Terima kasih UGM sudah datang jauh-jauh ke kampung kami. Semoga program KKN-PPM UGM ini dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, bahkan jika bisa, ada banyak tim yang datang, sehingga program KKN-PPM ini dapat berjalan tidak hanya di Kampung Atuka, tapi di kampung-kampung lainnya di Distrik Mimika Tengah.”, harapnya. 

 

Salah satu mahasiswa, Fatasya Putri Naya dari Sekolah Vokasi juga menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias dalam menerima kehadiran mereka. “Warga di sini sangat terbuka dan mendukung kegiatan kami. Hal itu membuat kami merasa dekat sekali dengan mereka, terutama dengan anak-anak. Ini jadi pengalaman berharga buat kami semua,” ungkapnya. 

Sementara itu, Azriel Manihuruk dari Fakultas Teknik menambahkan bahwa kepala kampung tidak pernah absen menengok teman-teman mahasiswa UGM di pondokan KKN. “Setiap hari Papi Leo (re: kepala kampung) datang ke pondokan kami untuk memastikan keadaan kami. Beliau juga selalu menjadi penghubung yang baik untuk kami dan masyarakat ketika sedang menjalankan program kerja KKN di Kampung Atuka.”, ujarnya. 

 

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas wilayah pengabdian hingga ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Kampung Atuka menjadi salah satu representasi penting bahwa kerja kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mendorong pembangunan inklusif dari akar rumput. 

 

Kegiatan monev ini juga menjadi ajang refleksi bersama akan pentingnya kepekaan sosial, semangat kolaborasi, dan keberlanjutan dampak dari setiap program pengabdian. UGM percaya bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berkutat pada ruang kelas, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat untuk mewujudkan transformasi sosial yang nyata. 

author: bil 

Tags: #KampungAtuka #KabupatenMimika #Mimika #Papua #KKNPPM #KKN #PengabdianMasyarakat SDG 11:Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDGS 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDGS 4: Pendidikan Berkualitas SDGS 6:Air Bersih dan Sanitasi Layak SDGS 7 : Energi Bersih dan Terjangkau

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY