Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Waisai berkolaborasi dengan personel Kodim 1805 Raja Ampat melaksanakan survei geolistrik untuk mengidentifikasi potensi sumber air tanah di Panti Asuhan Yayasan Andika Putra Perkasa, Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya (23/7). Kegiatan melalui program Jejak Air Raja Ampat ini menjadi langkah awal untuk mendukung perencanaan penyediaan air bersih bagi penghuni panti asuhan.
Survei geolistrik memanfaatkan pengukuran sifat kelistrikan lapisan bawah permukaan tanah untuk memperoleh gambaran kondisi geologi dan mengidentifikasi lapisan yang berpotensi menyimpan air tanah. Informasi tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi pengeboran sumur secara lebih terarah.
Tiga mahasiswa KKN-PPM UGM, yaitu I Gede Satria Wibawa, Naufal Rasyid, dan Ihza Muhammad Wijaya, bekerja sama dengan personel Kodim 1805 Raja Ampat dalam melakukan pengukuran resistivitas lapisan bawah permukaan tanah di sekitar area panti asuhan. Data hasil pengukuran diharapkan memberikan informasi awal mengenai karakteristik lapisan tanah dan potensi keberadaan air tanah di lokasi tersebut.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan TNI membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat akan semakin berdampak ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan semangat gotong royong dan kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” terang I Gede Satria Wibawa, Koordinator Program Jejak Air Raja Ampat.
Data survei selanjutnya akan diolah dan dianalisis untuk menyusun rekomendasi titik pengeboran yang dinilai memiliki potensi sumber air tanah. Pelaksanaan pengeboran sumur akan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan mempertimbangkan hasil kajian dan rekomendasi teknis tersebut. Tahapan ini penting agar upaya penyediaan air bersih didasarkan pada informasi lapangan yang lebih memadai.
Pemanfaatan teknologi geolistrik dalam program ini menunjukkan penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis data diharapkan dapat membantu mengurangi ketidakpastian dalam perencanaan pencarian sumber air tanah, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah lanjutan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di panti asuhan.
Melalui program Jejak Air Raja Ampat, Tim KKN-PPM UGM Unit Waisai bersama mitra berharap survei tersebut dapat menjadi awal bagi penyediaan sumber air bersih yang lebih terencana dan berkelanjutan bagi penghuni Panti Asuhan Yayasan Andika Putra Perkasa. Kolaborasi perguruan tinggi, TNI, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi berbasis pengetahuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat kerja sama dalam pengelolaan sumber daya air.
Penulis/Editor: DnHalimah,Sabri/Halimah
Sumber Tulisan/Foto: Muhammad Fawzaan, Tim KKN-PPM UGM Unit Waisai Periode 2 Tahun 2026