Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Biduk-Biduk melakukan pemetaan estimasi cadangan karbon di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Peta yang disusun pada 12 Juli 2026 dan dipresentasikan pada 28 Juli 2026 tersebut memberikan gambaran awal mengenai distribusi cadangan karbon sekaligus kondisi tutupan vegetasi di wilayah kampung.
Pemanfaatan data spasial ESA CCI Above-Ground Biomass menjadi dasar pengolahan estimasi cadangan karbon. Data tersebut diintegrasikan dengan informasi spasial dan citra satelit untuk memperoleh gambaran mengenai potensi penyimpanan karbon pada berbagai tutupan vegetasi di Kampung Teluk Sulaiman.
Hasil pemetaan menunjukkan tiga tutupan vegetasi utama yang menyimpan cadangan karbon, yaitu hutan rimba, semak belukar, dan mangrove. Kawasan hutan rimba memiliki estimasi cadangan karbon terbesar, sekitar 1.089.708,782 ton C, dengan rata-rata 135,623 ton C/ha. Semak belukar memiliki estimasi 29.618,524 ton C dengan rata-rata 119,270 ton C/ha, sedangkan mangrove mencapai 4.547,925 ton C dengan rata-rata 125,845 ton C/ha.
Data tersebut menunjukkan peran tutupan vegetasi dalam menyimpan karbon sekaligus memberikan informasi awal yang dapat digunakan untuk memahami kondisi lingkungan kampung. Namun, hasil pemetaan masih bersifat estimasi awal dan belum dapat digunakan sebagai dasar perdagangan karbon maupun inventarisasi karbon resmi. Verifikasi lapangan, pengelolaan data yang lebih terstruktur, serta pemantauan secara berkala tetap diperlukan untuk meningkatkan akurasi informasi.
Penguatan hasil pemetaan dilakukan melalui penyusunan policy brief berjudul “Perlindungan Cadangan Karbon Teluk Sulaiman Berbasis Pemetaan Awal dan Pengelolaan Kampung”. Dokumen tersebut disusun pada 20 Juli 2026 dan dipresentasikan bersama hasil pemetaan pada 28 Juli 2026.
Policy brief memuat rekomendasi berupa perlindungan tutupan hutan, penataan data lingkungan kampung, verifikasi dan pemantauan secara bertahap, penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan kawasan berhutan, serta penguatan koordinasi dan pendampingan teknis.

Sekretaris Kampung Teluk Sulaiman memberikan tanggapan positif terhadap program tersebut. Peta dan policy brief dinilai dapat membantu kampung memahami kondisi lingkungan sekaligus menjadi arsip dan bahan awal apabila terdapat program pemerintah yang berkaitan dengan lingkungan dan cadangan karbon.
Kolaborasi mahasiswa KKN-PPM UGM dengan Pemerintah Kampung Teluk Sulaiman melalui pemetaan dan penyusunan policy brief menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan informasi lingkungan di tingkat kampung. Data awal tersebut dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan yang mempertimbangkan keberadaan hutan, mangrove, serta ekosistem daratan lainnya.
Penulis/Editor: DnHalimah/Sabri
Sumber Tulisan/Foto: Tafwid Mahabbah dan Ruth Mutiara Sharon Siringoringo, Tim KKN-PPM UGM Unit Biduk-Biduk