Melinjo selama ini lekat dengan produk olahan emping di Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Desa Sangiang mengenalkan alternatif olahan melinjo melalui program Selinjo (Selai Melinjo) di Posyandu Flamboyan (25/7).
Program ini mengajak masyarakat mengolah melinjo menjadi selai sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk pangan lokal. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan warga Desa Sangiang yang mendapatkan pengetahuan sekaligus praktik langsung mengenai pengolahan melinjo.
Desa Sangiang memiliki produksi melinjo yang cukup melimpah. Selama ini, melinjo umumnya dijual dalam bentuk bahan mentah atau diolah menjadi emping. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa KKN-PPM UGM untuk memperkenalkan bentuk olahan lain yang dapat memberikan pilihan produk turunan bagi masyarakat.

Salma Amalia, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM sekaligus salah satu pelaksana program, menyampaikan bahwa pengolahan melinjo menjadi selai diharapkan dapat memperluas pemanfaatan komoditas lokal.
“Pembuatan selai dari melinjo ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah pada produk olahan dari melinjo yang melimpah di daerah ini,” ungkap Salma.
Praktik pembuatan Selinjo dimulai dengan memilih dan mencuci melinjo. Melinjo kemudian direbus hingga lunak sebelum dimasak bersama gula, air, dan kayu manis. Campuran diaduk hingga mengental dan mencapai tekstur yang menyerupai selai. Setelah matang, selai didinginkan dan dikemas menggunakan jar kaca.
Tidak hanya berfokus pada proses produksi, peserta juga memperoleh pengenalan mengenai pengemasan dan peluang pengembangan produk. Tahapan tersebut memberikan gambaran awal kepada masyarakat mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan apabila selai melinjo dikembangkan menjadi produk pangan rumahan.
Melalui Selinjo, mahasiswa KKN-PPM UGM mengajak masyarakat melihat melinjo dari sisi yang lebih luas. Komoditas yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan emping dapat dikembangkan menjadi produk pangan alternatif dengan bentuk dan nilai jual yang berbeda.
Diversifikasi olahan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi melinjo sekaligus memperluas produk pangan berbasis komoditas lokal Desa Sangiang.
Program Selinjo menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendampingi masyarakat mengembangkan potensi yang telah tersedia di lingkungan setempat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi masyarakat untuk mengeksplorasi produk turunan melinjo lainnya.
Inovasi sederhana melalui pengolahan pangan tersebut menunjukkan bahwa potensi komoditas lokal dapat dikembangkan melalui kreativitas dan diversifikasi produk. Bagi Desa Sangiang, melinjo tidak hanya memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku emping, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan alternatif sesuai kebutuhan dan potensi pasar.
Sumber Tulisan: Najwa Ramadhani, Tim KKN-PPM UGM Unit Desa Sangiang
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Unit Desa Sangiang, Mancak, Serang, Banten