Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Unit Cingambul melakukan pemetaan kondisi jalan dan pemasangan reflektor berbahan bambu di Desa Cikondang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka (1/8). Program tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya pada ruas jalan dengan penerangan terbatas.
Berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Cikondang, kepala dusun, serta Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas), tim KKN-PPM menetapkan ruas jalan dari Waterboom Pakuwon hingga perbatasan Desa Cikondang dan Desa Muktisari sebagai lokasi prioritas. Ruas jalan sepanjang sekitar 350 meter tersebut merupakan salah satu akses menuju kawasan wisata Waterboom Pakuwon dan memiliki penerangan yang terbatas, sehingga penanda batas jalan diperlukan untuk membantu pengendara mengenali kondisi ruas jalan, terutama pada malam hari.
Sebelum pemasangan, mahasiswa KKN-PPM bersama Linmas mempersiapkan material berupa bambu, stiker reflektif, dan cat semprot. Bambu dipotong dan dipersiapkan sebagai tiang reflektor, kemudian dilengkapi stiker reflektif dan diperiksa kondisinya sebelum digunakan di lapangan.
Pemasangan reflektor dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN-PPM UGM, perangkat Desa Cikondang, Linmas, dan pengelola Waterboom Pakuwon. Tiang reflektor berbahan bambu dengan panjang sekitar satu meter dipasang di tepi jalan dengan jarak antartiang sekitar 3–4 meter. Deretan reflektor tersebut berfungsi sebagai penanda visual untuk membantu pengguna jalan mengenali batas ruas jalan dalam kondisi minim cahaya.
Pemanfaatan bambu sebagai material utama dipilih karena relatif mudah diperoleh di lingkungan sekitar dan memiliki biaya yang terjangkau. Penggunaan material lokal tersebut sekaligus menjadi alternatif sederhana yang dapat dipelihara dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemasangan reflektor, tetapi juga diawali dengan pemetaan kondisi jalan untuk mengidentifikasi kebutuhan keselamatan di lapangan. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi Pemerintah Desa Cikondang dalam merencanakan pengembangan sarana keselamatan jalan serta pemeliharaan fasilitas yang telah dipasang.
Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, Linmas, dan pengelola kawasan wisata dalam menghadirkan upaya sederhana untuk menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi masyarakat maupun pengunjung Waterboom Pakuwon. Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam memastikan fasilitas yang dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui pemasangan reflektor sepanjang sekitar 350 meter tersebut, KKN-PPM UGM berharap pengguna jalan dapat lebih mudah mengenali batas ruas jalan saat berkendara dalam kondisi minim cahaya. Keberadaan reflektor juga diharapkan mendukung kenyamanan akses masyarakat sekitar sekaligus pengunjung kawasan wisata.
Program ini turut mencerminkan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan sumber daya lokal untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ke depan, pemantauan kondisi reflektor serta pemeliharaan secara berkala diharapkan dapat dilakukan bersama agar manfaat fasilitas tersebut dapat terus dirasakan oleh masyarakat Desa Cikondang.
Sumber tulisan: Salsabila Deswita Kolim
Penulis/Editor: DnHalimah & Sabri
Sumber/Foto: Tim KKN-PPM UGM Cingambul Ngarumpul 2026, Wangkelang, Cingambul, Majalengka, Jawa Barat