Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) menyelenggarakan rangkaian Pembekalan KKN-PPM UGM Periode 4 Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat. Kegiatan pembekalan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Sabtu–Minggu (22–23/8) dan Sabtu–Minggu (29–30/8), bertempat di Fakultas Peternakan UGM.
Pembekalan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan selama menjalankan KKN-PPM. Dua tahap pelaksanaan tersebut, mahasiswa mengikuti delapan sesi pembekalan yang membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun kesiapan dalam berinteraksi, beradaptasi, dan bekerja bersama masyarakat. Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu bekal yang penting karena mahasiswa akan berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai mitra dalam pelaksanaan program pengabdian.
Salah satu materi yang mendapat perhatian mahasiswa adalah komunikasi dengan masyarakat. Materi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya membangun hubungan dan kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang baik selama berada di lokasi KKN-PPM.
Ahmad Brilian Artyanto Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, menilai materi komunikasi masyarakat menjadi salah satu sesi yang paling berkesan baginya. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, ia merasa materi tersebut dekat dengan latar belakang akademiknya sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali mengingat pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“Materi paling berkesan tadi soal komunikasi masyarakat. Yang mana itu emang akrab banget buat aku karena memang aku mahasiswa Ilmu Komunikasi. Jadi, sebuah refreshing yang sangat segar karena seperti mengulang kuliah di semester awal,” ungkap Ahmad.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembekalan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pelaksanaan pengabdian di lapangan.
Satwika Nino, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM, memandang kemampuan berkomunikasi sebagai salah satu bekal penting ketika mahasiswa mulai berinteraksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat membutuhkan proses komunikasi yang dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah pendekatan dengan masyarakat. Dan salah satu caranya adalah dengan komunikasi ke masyarakat. Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi, ngobrol sama masyarakat, agar kita bisa melakukan chemistry dan bisa makin dekat dengan masyarakat,” jelas Nino.
Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan mahasiswa sebelum berangkat ke lokasi KKN-PPM. Interaksi dengan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian program, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk mendengarkan, memahami kondisi setempat, serta membangun hubungan yang memungkinkan mahasiswa dan masyarakat bekerja bersama.

Rangkaian pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 4 Tahun 2026 mempersiapkan diri secara lebih utuh, baik dalam menjalankan program kerja maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat. Kesiapan tersebut mencakup kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta menjalankan program secara bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Antusiasme mahasiswa selama mengikuti pembekalan turut menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan KKN-PPM. Ahmad dan Nino juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lainnya untuk tetap menjaga semangat dan kesehatan selama mempersiapkan keberangkatan ke lokasi pengabdian.
Pembekalan KKN-PPM UGM Periode 4 Tahun 2026 menjadi bagian awal dalam memantapkan langkah kesiapan mahasiswa untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembekalan diharapkan dapat diterapkan secara kolaboratif bersama masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing lokasi.
Pelaksanaan KKN-PPM tidak hanya menjadi bagian dari pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama masyarakat. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara bertanggung jawab sekaligus menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis/Editor: DnHalimah/Sabri
Sumber/Foto: Tim Humas Media DPkM UGM