Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Sub Unit Penggung menggelar program budidaya sorgum sebagai tanaman pangan alternatif pada musim kemarau di Pedukuhan Penggung, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Program yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 14 Juli 2026 ini menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Ibu-Ibu PKK setempat.
Program dilatarbelakangi kondisi geografis Penggung yang kurang menguntungkan dalam distribusi air, karena aliran Mata Air Purwosari mengalir langsung ke wilayah Purworejo. Akibatnya, sistem irigasi di kawasan persawahan seluas puluhan hektare, termasuk Sawah Lumbung Mataraman “Dewi Sri”, sangat bergantung pada musim hujan sehingga lahan kerap mengering saat kemarau tiba.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyemaian 250 biji sorgum merah dan putih di pondokan KKN, dibantu warga setempat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 166 bibit sorgum merah dan 7 bibit sorgum putih berhasil tumbuh dan dipindahkan ke media polybag. Tim KKN turut berkoordinasi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Girimulyo terkait kendala pengairan, hingga akhirnya lokasi tanam dialihkan dari Sawah Lumbung ke Sawah Dadap yang kondisi tanahnya lebih basah.
Ketua KWT Penggung, Bu Yanti, menyambut positif program ini karena dinilai relevan dengan tantangan kekeringan lahan yang dihadapi warga. Selain edukasi budidaya, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan penting mengenai kejelasan alur registrasi resmi kelembagaan KWT Penggung demi keberlanjutan program pertanian di Desa Purwosari.
Penulis : Mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Girimulyo
Artikel ini telah dimuat di kompasiana.com


