Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Srawung Gonku dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti yang disebut Gerakan Bersih Sungai Code (17/4). Inisiatif ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Terban dan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai, sekaligus memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam praktik pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Kodim setempat, LPMK, sektor swasta, serta perguruan tinggi seperti UGM, UMY, UST, STIA, dan Polbangtan. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan. Para peserta bersama-sama menyusuri bantaran Sungai Code, membersihkan sampah yang tersangkut, serta melakukan pemantauan kondisi lingkungan. Kolaborasi ini menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam merespons persoalan sampah perkotaan secara bersama-sama.
Koordinator Mahasiswa Unit Tim KKN Anissa Dwi Prameswari menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kebersihan sungai, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. “Kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat bagi lingkungan sungai, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman lapangan yang berharga. “Bagi kami, ini merupakan pengalaman lapangan yang mungkin tidak kami dapatkan sepenuhnya di bangku kuliah, terutama dalam memahami dinamika sosial di masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai. Melalui interaksi langsung antara mahasiswa dan warga, terbentuk ruang dialog yang mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan lingkungan. Tidak hanya membersihkan sampah, peserta juga melakukan pemilahan sampah sebagai langkah awal dalam pengelolaan yang lebih berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban pencemaran sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.
Selain kegiatan pembersihan sungai, rangkaian program KKN-PPM UGM Unit Srawung Gonku juga mencakup berbagai kegiatan pendukung lainnya, seperti sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memperkuat dampak jangka panjang dari program kerja yang dilaksanakan, sehingga tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kerja bakti, Gerakan Bersih Sungai Code diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. “Ke depan, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di berbagai titik sungai di Yogyakarta, sehingga upaya menjaga kebersihan sungai dapat dilakukan secara konsisten,” ungkap Anissa. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-PPM UGM Srawung Gonku berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. Sinergi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Sungai bukanlah tempat pembuangan sampah, melainkan bagian penting dari ekosistem yang perlu dijaga bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.
Penulis/Editor: Dn Halimah & Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM