• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • KKN
  • KKN-PPM UGM Perkuat Peran Pemuda dalam Melestarikan Tradisi Sinoman di Kapanewon Prambanan

KKN-PPM UGM Perkuat Peran Pemuda dalam Melestarikan Tradisi Sinoman di Kapanewon Prambanan

  • KKN, SDGs 1 : Menghapus Kemiskinan, SDGs 10 : Mengurangi Kesenjangan, SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh., SDGs 4 : Pendidikan berkualitas (quality education), SDGs 5: Kesetaraan Gender
  • 2 April 2026, 15.13
  • Oleh: dwi.nur.halimah
  • 0

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode 4 Tahun 2025 Unit Prambanan melaksanakan program penyuluhan dan pelestarian tradisi Sinoman di Dusun Marangan, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berfokus pada penguatan peran pemuda dalam menjaga keberlanjutan budaya gotong royong di tengah perubahan sosial yang semakin pesat. Tradisi Sinoman merupakan praktik kolektif pemuda dalam membantu pelaksanaan hajatan warga, seperti pernikahan, pengajian, dan acara-acara besar lainnya yang dinilai masih relevan sebagai sarana pembelajaran sosial, solidaritas, dan kebersamaan.

Maraknya penggunaan jasa katering dan penyelenggara acara komersial, tradisi Sinoman di Dusun Marangan tetap bertahan berkat keterlibatan aktif Karang Taruna setempat. Para pemuda tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai agen budaya yang memaknai ulang Sinoman sebagai living tradition—tradisi yang terus dipraktikkan, dinegosiasikan, dan disesuaikan dengan konteks zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya.

Keunikan pelestarian Sinoman di Dusun Marangan terletak pada inisiatif Karang Taruna yang mendokumentasikan tradisi ini melalui media film dokumenter. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pengarsipan sekaligus strategi representasi budaya agar Sinoman dapat dikenal lebih luas, terutama oleh generasi muda. Melalui media visual, nilai-nilai seperti gotong royong, etika, hierarki sosial, dan tanggung jawab kolektif dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan menarik.

Pembuatan film dokumenter ini berawal dari pelaksanaan Workshop Sinoman yang diselenggarakan Karang Taruna sebagai bagian dari program tahunan kepemudaan. Workshop tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih terstruktur mengenai tata cara, nilai, dan etika dalam praktik Sinoman yang sebelumnya diwariskan secara lisan dan berbasis pengalaman. Antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pemuda, mendorong Karang Taruna untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk film sebagai arsip budaya.

Dokumenter Sinoman kemudian mendapatkan pengakuan lebih luas setelah diikutsertakan dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan memperoleh dukungan pendanaan. Sejak saat itu, tradisi Sinoman Dusun Marangan mulai dikenal oleh berbagai Karang Taruna dari daerah lain, bahkan di luar wilayah Yogyakarta. Hal ini membuka jejaring budaya lintas daerah melalui undangan workshop dan pertukaran pengetahuan, salah satunya di Kabupaten Pacitan. Program ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga menuntut kemampuan adaptasi terhadap perubahan sosial. Melalui pengorganisasian yang lebih terstruktur dan pemanfaatan media kontemporer, Sinoman tidak hanya bertahan sebagai praktik lokal, tetapi juga berkembang sebagai identitas budaya yang diakui secara lebih luas.

Melalui keterlibatan aktif pemuda dan dukungan masyarakat, tradisi Sinoman di Dusun Marangan diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh pelestarian budaya berbasis komunitas. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong kesetaraan peran pemuda, mengurangi ketimpangan sosial, serta memperkuat institusi dan kohesi sosial di tingkat lokal.

 

Sumber Tulisan: RA Aaliyah Diaz S, Editor: DnHalimah&Ainun, Sumber/Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Prambanan 2025

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY