• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • Dari Alumni Geografi UGM Menjadi Pelopor Teh Herbal Celup: Perjalanan Herdiana Dewi Utari Membangun CV Dewi Makmur

Dari Alumni Geografi UGM Menjadi Pelopor Teh Herbal Celup: Perjalanan Herdiana Dewi Utari Membangun CV Dewi Makmur

  • Berita Utama DPkM, Berita Utama DPkM, Pemberdayaan Masyarakat, Pengumuman DPkM, Pengumuman UMKM, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 3 Kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 5: Kesetaraan Gender, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 9 : Industri, Inovasi dan Infrastruktur, UMKM
  • 19 Februari 2026, 11.28
  • Oleh: jokow
  • 0

Semangat kewirausahaan tidak selalu lahir dari ruang kelas bisnis. Bagi Herdiana Dewi Utari, S.Si., alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Geografi Program Studi Kependudukan dan Tenaga Kerja angkatan 1991, perjalanan menjadi pelaku UMKM justru tumbuh dari pengalaman hidup, kepedulian sebagai orang tua, dan keberanian membaca peluang pasar.

Herdiana merupakan pemilik CV Dewi Makmur, sebuah UMKM yang memproduksi aneka olahan teh herbal dengan merek dagang DEWITI. Perjalanan bisnisnya dimulai dari hal sederhana: kebiasaan berjualan sejak masa kuliah. Ketertarikan tersebut terus melekat, bahkan setelah ia menikah dan memilih fokus sebagai ibu rumah tangga. “Berjualan sudah saya lakukan sejak saya masih kuliah,” ungkapnya dalam wawancara. Kegemaran itu kemudian menjadi benih yang tumbuh secara alami, hingga akhirnya menjelma menjadi usaha yang tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan produk herbal yang menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

 

Kepedulian Ibu Rumah Tangga yang Menjadi Ide Bisnis

Awal mula usaha Herdiana berangkat dari keprihatinan yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga. Ia menyoroti kebiasaan anak-anak yang gemar mengonsumsi minuman ringan berwarna, berperasa, dan mengandung pemanis serta pengawet. Dalam situasi tersebut, ia melihat munculnya tren minuman berbahan bunga rosela yang saat itu sedang populer. Herdiana kemudian mencoba membuat berbagai olahan rosela untuk konsumsi keluarga: teh rosela, sirop, selai, hingga manisan. Respons anak-anaknya menjadi titik balik penting. Produk rosela disukai karena rasanya segar, warna merah cerah, serta rasa manis yang berasal dari gula asli. Ditambah lagi, literatur mengenai manfaat rosela semakin memperkuat keyakinannya bahwa produk herbal ini memiliki potensi pasar yang luas. Dari sinilah Herdiana mulai menata langkah secara lebih serius. Ia memilih fokus membangun usaha rumahan yang berkaitan dengan minuman herbal, bukan sekadar untuk kebutuhan keluarga, tetapi sebagai produk yang layak dipasarkan secara profesional.

Bermula dari Peralatan Manual, Bertransformasi Menjadi CV

CV Dewi Makmur mulai menjalankan usaha pada Juni 2008. Pada masa awal, proses produksi masih dilakukan menggunakan peralatan manual dan hanya memproduksi satu jenis produk, yaitu rosela.

Namun, seiring meningkatnya pasar dan permintaan konsumen, usaha ini berkembang pesat. Pada tahun 2010, Herdiana membentuk merek dagang DEWITI sekaligus memperkuat legalitas usaha dengan berbadan hukum CV. Langkah tersebut menjadi fase penting dalam profesionalisasi bisnis, karena legalitas bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi untuk ekspansi pasar, sertifikasi, dan penguatan kepercayaan konsumen.

Produk DEWITI kemudian berkembang menjadi sembilan jenis teh herbal, yakni: Teh Rosella, Teh Kulit Manggis, Teh Daun Sirsak, Teh Jati Cina, Angkak, Wedang Uwuh, Teh Sarang Semut, Teh Daun Kelor, dan Teh Sereh Wangi / Teh Sereh Jahe. Varian tersebut menunjukkan kemampuan CV Dewi Makmur membaca kebutuhan pasar sekaligus mengembangkan diversifikasi produk berbasis herbal lokal.

 

Menjadi Salah Satu Pelopor Teh Herbal Celup di Yogyakarta

Salah satu pencapaian penting CV Dewi Makmur adalah posisinya sebagai pelopor teh herbal celup di Yogyakarta. Pada tahun 2008, Herdiana menyampaikan bahwa produsen teh herbal celup masih sangat sedikit. Bahkan, pada masa itu ia merupakan salah satu dari dua produsen di Yogyakarta yang memproduksi teh herbal dalam bentuk celup.

Lebih dari itu, CV Dewi Makmur tercatat sebagai produsen pertama yang memasarkan produk teh herbal celup ke retail modern dan toko oleh-oleh. Saat pesaing sejenis masih didominasi produk dari Jakarta dan Jawa Timur, CV Dewi Makmur mampu mengisi ruang pasar di Yogyakarta dengan produk lokal yang berkualitas.

Strategi penetrasi pasar ini menunjukkan bahwa kekuatan UMKM tidak selalu bergantung pada skala modal, tetapi pada ketepatan membaca momentum, inovasi produk, serta keberanian membuka jalur distribusi baru.

 

Dinamika Tantangan: Pandemi dan Adaptasi Produk

Sebagaimana UMKM pada umumnya, perjalanan CV Dewi Makmur tidak selalu mulus. Tantangan besar muncul ketika pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020. Meski produk herbal sempat dianggap “booming”, kondisi pasar tidak serta-merta menguntungkan. Herdiana menjelaskan bahwa pada awal pandemi, bisnisnya justru mengalami over stock, akibat penutupan toko retail modern dan toko oleh-oleh. Produk yang rutin diproduksi tidak laku karena persepsi pasar bergeser. Masyarakat lebih mengenal produk herbal yang identik dengan istilah “empon-empon corona”, sehingga terjadi perubahan tren permintaan. Namun, Herdiana menunjukkan respons adaptif yang cepat. Berdasarkan permintaan pasar, CV Dewi Makmur mulai memproduksi rempah-rempah dengan komposisi khas, lalu dipasarkan dengan nama “Wedang Jangkep”. Produk tersebut tidak dibuat sekadar mengikuti tren, melainkan berbasis studi literatur. Herdiana menegaskan bahwa komposisi rempah tersebut telah dikenal sejak masa nenek moyang dan memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kemampuan beradaptasi inilah yang menjadi salah satu indikator UMKM yang tangguh: mampu membaca krisis, merespons dengan inovasi, dan mengelola ulang arah produksi sesuai perubahan perilaku konsumen.

 

Sertifikasi dan Standar: Langkah Menuju UMKM Naik Kelas

Dalam pengembangan produk, CV Dewi Makmur juga menaruh perhatian besar pada aspek legalitas, sertifikasi, dan standar mutu. Produk DEWITI telah memiliki Sertifikat MUI, Standar kesehatan dari dinas kesehatan setempat, dan Sertifikat UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional). Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa CV Dewi Makmur tidak hanya mengandalkan kualitas rasa atau popularitas herbal, tetapi juga membangun kredibilitas melalui jalur sertifikasi resmi.

Selain memproduksi produk bermerek DEWITI, CV Dewi Makmur juga melayani jasa maklun (toll manufacturing) untuk produk teh merek lain. Layanan yang disediakan mencakup proses lengkap, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan menjadi teh celup, hingga pengemasan dalam aluminium foil, inner box, dan karton box sampai produk siap dikirim.

Di sisi lain, CV Dewi Makmur juga menyediakan penjualan berbagai rempah kering dan membuka peluang kunjungan wisata edukasi kesehatan, yang memperkuat fungsi usaha tidak hanya sebagai produsen tetapi juga sebagai sarana edukasi masyarakat.

 

 

Ekspansi Pasar Hingga Mancanegara

Dari Yogyakarta, produk DEWITI berkembang meluas ke berbagai wilayah Indonesia. Distribusi produk telah menjangkau DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Ambon dan Bali. Menariknya, CV Dewi Makmur juga berhasil memperluas pasar ke luar negeri. Produk DEWITI telah tersebar ke negara-negara seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang, bahkan Singapura. Hal ini menjadi bukti bahwa UMKM berbasis herbal memiliki potensi ekspor yang kuat apabila dibangun dengan standar mutu, pengemasan yang baik, serta strategi distribusi yang tepat.

 

Peran DPKM UGM dalam Penguatan UMKM Binaan

Sejak tahun 2023, CV Dewi Makmur resmi menjadi UMKM binaan DPKM UGM. Dalam proses pendampingan, Herdiana mengikuti berbagai kegiatan, antara lain Workshop SNI, Workshop tata cara ekspor, Temu Bisnis UMKM UGM I dan II, Display produk di Gerai UMKM UC Hotel UGM, dan Bazar di Wisma KAGAMA.

Herdiana menyampaikan bahwa manfaat nyata dari program pendampingan ini adalah akses informasi tentang sertifikasi SNI dan tata cara ekspor, perluasan jejaring sesama pelaku UMKM, serta dukungan promosi melalui event-event di lingkungan UGM.

Bagi UMKM, akses pada ekosistem universitas menjadi nilai strategis. Pendampingan tidak hanya memperkuat aspek produksi, tetapi juga memperluas akses pasar, jejaring, serta literasi standar yang dibutuhkan untuk naik kelas.

Inspirasi Alumni: UGM dan Jalan Wirausaha

Kisah Herdiana Dewi Utari menegaskan bahwa alumni UGM tidak hanya berkontribusi melalui jalur profesi formal, tetapi juga melalui wirausaha berbasis UMKM yang berdampak luas.

Dengan berangkat dari kepedulian keluarga, berkembang melalui ketekunan, dan diperkuat dengan legalitas serta adaptasi pasar, CV Dewi Makmur membuktikan bahwa UMKM dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang profesional, inovatif, dan berdaya saing.

Perjalanan ini juga menunjukkan bahwa UMKM bukan pilihan “cadangan”, melainkan pilihan strategis bagi alumni untuk menciptakan karya nyata, membuka peluang ekonomi, dan mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai tinggi. ***

 

Ditulis oleh: Widodo dan Ayyub, DPKM UGM 19 Februari 2026

 

Lampiran :

  1. Profil
  2. Katalog Produk
  3. Brosur
Tags: #SDG12 #SDG17 #SDG3 #SDG5 #SDG8 #SDG9

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY