
Dibalik hamparan lahan pertanian dan kebun teh di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, tersimpan potensi lokal tanaman bambu yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman yang tumbuh liar sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM UGM Sapuran Berperan 2025, mahasiswa hadir untuk mengubah pandangan tersebut melalui berbagai program kerja inovatif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Optimalisasi Potensi Lokal dan SDM Produktif melalui Pengembangan Socio Enterprise Berbasis Bambu dan Pertanian Terintegrasi untuk Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan”.
Salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh tim KKN Sapuran Berperan adalah Bamboo Mapper, yaitu pemetaan persebaran potensi bambu di Desa Tempuran Duwur, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo yang disajikan dalam platform berbasis website. Hasil pemetaan tersebut diharapkan sebagai bahan perencanaan pembudidayaan bambu yang berkelanjutan pada sektor hulu. Sedangkan pada sektor hilir, tim melakukan analisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari aktivitas salah satu unit usaha pengolahan bambu yaitu PT Arsinggaru Bambu Nusantara yang berlokasi di Kawasan Al-Maa’uun Epicentrum. Unit usaha tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah bambu melalui proses pengolahan awal. Kajian ini menjadi dasar pengembangan pengolahan bambu yang berorientasi pada keberlanjutan.
Selain pemanfaatan potensi lokal tersebut, melalui program KKN Sapuran Berperan, Kawasan Al-Maa’uun Epicentrum dikembangkan sebagai pusat aktivitas umat Islam di Sapuran dibawah naungan Muhammadiyah. Upaya pengembangan tersebut meliputi pembangunan citra melalui pembuatan website dan video profile, serta penyusunan rencana pengembangan infrastruktur yang dituangkan dalam bentuk Master Plan.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu Al-Maa’uun dalam menerapkan prinsip good governance melalui penyampaian informasi yang transparan kepada para stakeholders. Upaya penguatan infrastruktur juga dilakukan di Desa Tempurandhuwur dimana tim KKN bersama warga bergotong royong membangun jalan antar desa sebanjang kurang lebih 120 meter. Terdapat pula pembangunan infrastruktur di sektor pendidikan, tim KKN Sapuran Berperan juga turut membantu proses pembangunan madrasah di Desa Tempurandhuwur. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas pendidikan dan keagamaan setempat.
Melalui rangkaian program kerja KKN Sapuran Berperan 2025, kehadiran mahasiswa tidak hanya berinovasi, akan tetapi juga menumbuhkan kesadaran, kemandirian, dan optimisme masyarakat dalam mengelola sumber daya secara optimal. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Kelurahan Sapuran dan Desa Tempurandhuwur dapat mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis : Muhammad Abdulloh Hasyim
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Tim KKN-PPM Sapuran Berperan 2025: Mulai dari Pemanfaatan Potensi Lokal Bambu hingga Pembangunan Jalan Desa”